Sabtu, 5 April 2025

Pro Kontra Belajar Tatap Muka, Wali Kota Serang: Orang Tua Harus Setuju

Wali Kota Serang Syafrudin usai mengecek simulasi belajar tatap muka di SDN 2 Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Wali Kota Serang Syafrudin usai mengecek simulasi belajar tatap muka di SDN 2 Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Wali Kota Serang Syafrudin menilai, pembelajaran tatap muka di masa pandemi penting diterapkan dalam rangka memberikan pendidikan yang bermutu.

Menghadapi itu, pihaknya mengintruksikan sekolah agar menyediakan dan menjalankan protokol kesehatan. Sehingga, tidak terjadi penularan dan klaster baru Covid-19 di Kota Serang.

"Datang ke sekolah harus cuci tangan terlebih dahulu. Kalau ada yang sakit, kami rawat bawa ke rumah sakit," katanya saat ditemui di SDN 2 Kota Serang, Jumat (13/8/2020).

Menurutnya, semua orantua siswa harus setuju dengan pelaksanaan model pembelajaran secara tatap muka. Sebab, pendidikan terhadap anak wajib dilakukan agar tidak terjadi pembodohan.

"Saya kira orangtua semua setuju, harus setuju (belajar tatap muka). Bagaimanapun pembelajaran ini harus diterapkan kepada anak. Kalau tidak belajar, ini pembodohan," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya penularan, Pemkot Serang melakukan simulasi belajar tatap muka dengan peserta pegawai Dindikbud Kota Serang. Hal itu dilakukan, untuk menguji guru sekaligus jadi contoh bagi sekolah lain dalam mengajar.

"Hasil hari ini nanti kami share ke semua sekolah. Semua harus mengikuti simulasi. Kalau ada sekolah tidak menggunakan protokol kesehatan, kami serahkan kepada pengawas. Pengawas harus menegus, mengontrol dengan aktif," paparnya.

Orang nomor satu di Kota Serang itu menegaskan, apabila dalam satu ruangan kelas terjadi penularan Covid-19, maka pembelajaran tatap muka akan dihentikan kembali.

"Kalau terjadi penularan di lingkungan kelas, maka kami akan tutup," tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota serang Wasis Dewanto menambahkan, prosedur belajar yang telah disiapkan di tengah pnademi Covid-19 ini ada dua. Yaitu, standar Belajar dari Rumah (BDR) dan prosedur belajar standar tatap muka.

Menurutnya, orangtua yang tidak mengizinkan anaknya menjalankan belajar tatap muka itu merupakan sebuah pilihan. Meski demikian, anak wajib mengikuti prosedur standar BDR.

"Itu pilihan. Ya kami berharap semuanya setuju. Kalau ada yang tidak setuju, ya kami hormati, tetap akan dilaksanakan BDR, teknis itu mah," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Kota Serang Salmi mengatakan, standar protokol kesehatan telah dijalankan. Saat ini, telah tersedia 27 wastafel plus sabun untuk tempat cuci tangan siswa.

Sebelum memasuki ruang kelas, para murid akan dilakukan cek suhu tubuh dan alat pelindung wajah seperti masker. Jika ditemukan guru atau murid dalam keadaan panas, maka pihak sekolah akan membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami memiliki wastafel 27, ada tempat wudhu 27. Dianjurkan masker bawa dari rumah," ucapnya.

Ia menuturkan, jumlah siswa di SDN 2 Kota Serang sebanyak 892 orang. Hingga kini, pihaknya menunggu arahan dari Dindikbud untuk meninta persetujuan kepada orangtua murid dalam rangka menggelar belajar tatap muka.

"Kami nanti nunggu sosialisasi dari dinas, kamisiapkan nanti diedarkan via WA (Whatshapp) nanti dikumpulkan oleh orangtua," tuturnya. (Son/TN1)

Komentar