54 Persen Warga Sebut Korupsi di Banten Meningkat

Suasana diskusi Indonesia Business Links Polling Center dan Indonesia ICW dengan mahasiswa, unsur pegiat anti korupsi, turut serta sejumlah media lokal dan nasional di Banten. (Foto: TitikNOL)Suasana diskusi Indonesia Business Links Polling Center dan Indonesia ICW dengan mahasiswa, unsur pegiat anti korupsi, turut serta sejumlah media lokal dan nasional di Banten. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Indonesia Business Links Polling Center dan Indonesia Coruption Watch (ICW), menggelar diskusi bertemakan korupsi, dengan mahasiswa, unsur pegiat anti korupsi dan sejumlah media lokal dan nasional di Banten.

Kegiatan yang digelar di Hotel Amaris, Kota Serang pada Selasa (8/8/2017) ini, diisi oleh pemateri peneliti Polling Center Frasna Fadillah dan Kordinator ICW Ade Irawan.

Pada kesempatan ini, salah satu yang dibahas yakni persoalan survei persepsi masyarakat terhadap penangan korupsi di Banten oleh pemerintah.

Dikatakan peneliti Polling Center Frasna, tingkat korpusi di Banten berdasarkan hasil survei anti korupsi 2017, diketahui 54 persen masyarakat Banten menyatakan korupsi meningkat dari tahun sebelumnya.

Dimana 38 persen tidak mengalami perubahan, 8 persen menurun. Hasil ini pun lanjut Frasna tidak jauh beda dari hasil survei 2016 dimana 67 persen menyatakan korupsi meningkat.

"Survei kita lakukan melibatkan 470 sempel di delapan kabupaten/kota, ada 44 desa/kelurahan, dari sini kita ambil persepsi masyarakat terhadap korupsi di Banten," kata Frasna.

Frasna mengatakan, dari hasil penelitian, rasa pesimistis masyarakat dalam penanganan korupsi di Banten sangat besar.

"Memang saat ini masyarakat cenderung pesimis dalam pemberantasan korupsi di Banten," pungkasnya. (Gat/red)

Komentar