Sabtu, 5 April 2025

Air Mata Selimuti Hari Pertama Sekolah Siswa Terdampak Banjir

Guru sedang memberikan trauma healing kepada muridny. (Foto: TitikNOL)
Guru sedang memberikan trauma healing kepada muridny. (Foto: TitikNOL)
LEBAK, TitikNOL - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak Banten, tetap melaksanakan proses belajar meski seluruh bangunannya hancur rata dengan tanah karena dihantam banjir bandang pada (1/1/2020) lalu.
Bangunan Sekolah Hanya tersisa pondasi sekolahnya saja, bahkan ada di beberapa bagian lantai sekolah mereka ikut tersapu derasnya banjir bandang di Sungai Cibeurang. Pondasi sekolahnya dibeberapa titik pun hilang, lantaran SDN 02 Banjar Irigasi memang berada di bantaran sungai.
Meski sekolah mereka telah hancur, namun para siswa tetap semangat datang ke bekas bangunan dan mendapatkan trauma healing dari para guru dan anggota kepolisian.
Tangis haru mewarnai para guru dan siswa, yang seharusnya menjadi hari pertama mereka bersekolah yang penuh canda dan tawa.
"Sedih, pinginya tetep sekolah seperti dulu. Tetep semangat buat sekolahnya. Temen-temen juga pada kesini, semanget sekolahnya," kata siswa Kelas VI SDN 02 Banjar Irigasi, Mutia, ditemui di reruntuhan sekolahnya, Senin (6/1/2020).
Begitupun yang dikatakan oleh Chairunnisa, siswa Kelas III SDN 02 Banjar Irigasi, dia tetap bersemangat untuk menempuh pendidikan bersama teman-temannya, meski sekolahnya telah hancur.
Dia mengaku masih trauma dengan musibah yang menimpa perkampungannya, meski begitu, Nisa memberanikan diri untuk berangkat sekolah seorang diri.
"Berangkat sendiri. Pinginnya tetep sekolah," kata siswa kelas III SDN 02 Banjar Irigasi, Chairunnisa, ditemui di reruntuhan sekolahnya, Senin (6/1/2020).
SDN 02 Banjar Irigasi memiliki 332 siswa, dengan 8 ruang kelas, 1 perpustakaan dan 1 Ruang Guru dan kini semuanya telah hanyut.
Sebelum banjir bandang menghancurkan wilayah Kabupaten Lebak, untuk sampai ke SDN 02 Banjar Irigasi hanya bisa dilalui dengan menyebrangi jembatan, namun jembatan penghubung itu hancur tersapu derasnya banjir bandang. Sementara waktu, untuk menghubungkan akses antar kampung, telah berdiri jembatan dari bambu yang dibuat oleh Taruan Siaga Bencana (Tagana) Banten.
"Ya seperti yang dilihat, semua sudah rata sama tanah. Kita akan proses belajar mengajar di majlis taklim dan madrasah diniyah. Ya mereka tetap pada datang ke sekolah, karena memang hari ini hari pertama masuk sekolah. Ada orang tua yang nanya ke saya, saya bilang sekolah tetap lanjut, kumpul di bekas sekolah kita. Tenda sekolah darurat juga belum ada," kata Kepala Sekolah SDN 02 Banjar Irigasi, Ujang Abdul Rahman, ditempat yang sama, Senin (6/1/2020). (Lib/TN2)
Komentar