Andika Imbau Kabupaten/Kota Dukung Penguatan Bank Banten

Wakil Gubernur Andika Hazrumy saat menghadiri acara peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di halaman kantor Dinas Sosial Pemprov Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Senin (17/12/2018). (Foto: TitikNOL)
Wakil Gubernur Andika Hazrumy saat menghadiri acara peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di halaman kantor Dinas Sosial Pemprov Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Senin (17/12/2018). (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Banten mendukung penguatan Bank Banten dengan juga melepas saham mereka di BJB dan mengalihkannya ke Bank Banten.

“Pemprov Banten mengambil keputusan itu (melepas saham di Bank BJB) kan tujuannya untuk menguatkan bank daerah kita sendiri (Bank Banten). Jadi, kabupaten/kota juga kami imbau demikian,” katanya usai menghadiri acara peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di halaman kantor Dinas Sosial Pemprov Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Senin (17/12/2018).

Kendati demikian, Andika mengatakan pemprov sendiri tidak bisa mengintervensi secara kebijakan terkait dengan langkahnya melepas saham di BJB untuk dipindahkan ke Bank Banten tersebut kepada pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya sejauh ini regulasinya mengatur pemerintah kabupaten/kota memiliki independensi sendiri dalam mengelola keuangan daerahnya.

“Makanya ini juga sifatnya hanya menghimbau. Hanya masa sih kabupaten/kota di Banten gak mau punya bank daerah sendiri yang kuat dan sehat?” imbuhnya.

Andika juga mengatakan pemerintah kabupaten/kota seharusnya sudah tahu jika kepemilikan bank daerah secara langsung dan tidak langsung akan mendorong perekonomian di daerah itu sendiri. Pelayanan perbankan kepada masyarakat Banten, baik sebagai kreditur maupun debitur, akan bisa lebih fokus jika dilakukan oleh bank daerah sendiri. Dari sisi pendapatan daerah, kata Andika, tidak menutup kemungkinan pendapatan daerah masing-masing akan meningkat dari bagi hasil atas investasinya di bank daerah tersebut.

“Bank kan fungsinya juga bisnis, kalo banknya sehat dan bisa melakukan aktivitas bisnis perbankan secara baik lalu mendatangkan keuntungan, hasilnya kan akan kembali ke investor itu sendiri, dalam hal ini pemda yang menanamkan investasinya,” papar Andika.

Diketahui, Pemprov Banten memutuskan melepas seluruh sahamnya sebesar 5 persen di Bank BJB pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BJB yang digelar di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Selasa (11/12) pekan lalu. Hasil penjualan saham nantinya akan diinvestasikan ke Bank Banten.

Selain pelepasan saham, dalam RUPS LB tersebut Pemprov Banten juga mengusulkan penghapusan nama Banten dari label perusahaan BJB. Mengingat Banten sudah memiliki bank daerah tersendiri yakni Bank Banten. Namun, usulan ini mendapatkan penolakan dari pemilik saham yang hadir termasuk kabupaten/kota di Banten. (Tolib/TN3)

Komentar