Kamis, 3 April 2025

Berdialog dengan Buruh di Cilegon, AHY Singgung Banyaknya TKA di Indonesia

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pemenangan Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019,Agus Harimurti Yudhoyono saat memberikan keterangan kepada wartawan di Cilegon. (Foto: TitikNOL
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pemenangan Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019,Agus Harimurti Yudhoyono saat memberikan keterangan kepada wartawan di Cilegon. (Foto: TitikNOL

CILEGON, TitikNOL - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pemenangan Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyempatkan diri berdialog dengan para buruh di rumah makan Bebek Pak Endut, Kota Cilegon, Senin (23/4/2018).

Dalam dialog santainya, AHY sempat menyinggung terkait banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Indonesia.

"Kita semua berharap negara terus berpihak kepada tenagakerja kita sendiri, yang jelas hak-hak mereka termasuk outsourcing harus terpenuhi dengan baik, bagaimanapun mereka sudah bekerja agar bisa meningkatkan taraf hidupnya, keluarganya. Dan tentu kita berharap semakin hari kesejahteraan mereka terus meningkat," kata AHY.

Terkait dengan outsaurcing lanjut AHY, ia bersama teman-teman di Partai Demokrat ingin terus mendorong agar pada akhirnya negara terus memberikan dorong-dorongan kepada dunia usaha baik itu BUMN maupun swasta, agar dapat membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

"Tetapi dengan semakin terbukanya lapangan pekerjaan, kita berharap yang mendapatkan itu semua tenaga kerja kita sendiri. Jangan kemudian kita tahu bahwa semakin banyak tenaga kerja asing yang kita sendiri mempertanyakan apa kelebihan mereka dibandingkan tenaga kerja lokal, tenaga kerja kita sendiri," ungkapnya.

"Kita memiliki sumber daya manusia (SDM) tidak kalah dalam hal kapasitas, integritas. Kalau pun ada kurang-kurangnya, negara harus hadir untuk bisa mempersiapkan mereka agar generasi muda kita, masyarakat kita memiliki keterampilan yang dibutuhkan lapangan pekerjaan formal yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan tersebut, agar mereka mampu bersaing," lanjutnya.

AHY juga berharap, tenaga kerja Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dan jangan sampai menjadi penonton.

"Jangan menjadi penonton,ketika maraknya arus tenaga kerja asing yang masik berbagai lapisan profesi yang di sana-sini, kita harus bersaing," imbuhnya.

"Kalau hari ini kita tidak bisa mengantisipasinya dengan baik, maka saya khawatir 5 sampai 10 tahun mendatang sampai dengan 2030, 2045 akan menghadapi banyak masalah karena kita punya usia produktif yang jumlahnya sangat besar, 70 persen. Maka dengan itu, mereka di tahun 2020 sampai 2030 semuanya harus terserap ke dalam lapangan pekerjaan yang baik dan formal itu tadi," jelasnya. (Ardi/TN1).

Komentar