Jum`at, 4 April 2025

BI: Perekonomian Banten Triwulan II Meningkat 5,16 Persen

Ilustrasi grafis perekonomian meningkat. (Dok: tribunnews)
Ilustrasi grafis perekonomian meningkat. (Dok: tribunnews)

SERANG, TitikNOL - Kepala kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten Budiharto Setyawan, mengungkapkan jika perekonomian Banten pada Triwulan II Tahun 2016 tumbuh sebesar 5,16 persen atau sekitar Rp127,73 triliun. Ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan triwulan I 2016 yang tercatat 5,10 persen.

"Tumbuhnya perekonomian provinsi Banten triwulan II 2016 ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan pemerintah yang meningkat, sejalan dengan masuknya bulan ramadhan. Sementara untuk investasi tumbuh stabil ditopang oleh pembangunan proyek multiyears milik swasta,"ungkap Budi, dalam koferensi pers kajian ekonomi regional (KEKR) provinsi Banten, Selasa (6/9/2016).

Sementara di sisi lain, lanjut Budi untuk ekspor luar negeri menunjukkan perlambatan yang disebabkan oleh belum kuatnya permintaan luar negeri.

"Meski demikian, tingginya permintaan domestik menjadi penopang tumbuhnya ekspor total, sekaligus berkontribusi pada tumbuhnya lapangan usaha perdagangan di sisi penawaran," lanjutnya.

Budi pun menjelaskan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi juga dipekirakan akan berlanjut pada triwulan III 2016 sejalan dengan terealisasinya proyek pemerintah yang mendorong lapangan usaha industri pengolahan dan kontruksi.

"Sejalan dengan hal tersebut, konsumsi baik swasta maupun pemerintah diperkirakan akan tumbuh lebih kuat. Membaiknya optimisme pelaku usaha terhadap perkiraan realisasi usaha triwulan III 2016 juga diharapkan dapat mendorong investasi tumbuh lebih tinggi," jelasnya.

Budi juga menambahkan, pertumbuhan ekonomi Banten juga sejalan dengan stabilitas keuangan di provinsi banten masih terjaga dengan pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2016. Ketahanan korporasi pun menunjukan perbaikan walaupun masih dalam fase kontraksi. Optimisme perbaikan kondisi korporasi semakin ditunjukan dengan peningkatan penyaluran kredit modal kerja.

"Namun demikian, resiko kredit korporasi masih mengalami peningkatan dipengaruhu perlambatan yang maaih terjadi pada industri pengolahan. Disisi lain, kondisi rumah tangga masih mengalami peningkatan penghasilan pada triwulan II 2016, sehingga mendorong pertumbuhan pengeluaran perseroan. Eksposur perbankan terhadap rumah tangga juga masih terjaga dengan resiko pembiayaannya yang relatif stabil," tegasnya. (Meghat/quy)

Komentar