Sabtu, 5 April 2025

Demo HUT Banten Ricuh, Satu Mahasiswa Luka saat Terobos Kantor Gubernur

Mahasiswa yang mengalami memar di bagian muka akibat terkena pukulan. (Foto: TitikNOL)
Mahasiswa yang mengalami memar di bagian muka akibat terkena pukulan. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Demo mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Banten Menggugat (Kasibat) diwarnai kericuhan. Akibat kejadian itu, satu mahasiswa mengalami memar di bagian muka akibat terkena pukulan.

Dalam rangkaian aksinya, mahasiswa membakar ban sebagai simbol kekecewaan dan amarah dari rakyat terhadap kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, yang dinilai tidak mampu memberikan kesejahteraan masyarakat.

"Api ini sebagai amarah kita, karena tidak ada keberpihakan terhadap rakyat kecil," kata salah satu massa aksi ditemui di depan gerbang KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (5/10/2020).

Tidak sampai di situ, massa aksi juga mencoba menerobos gerbang KP3B untuk bertemu dengan Gubernur Banten Wahidin Halim. Namun, penjagaan personel kepolisian lebih ketat. Aksi saling dorong tidak dapat dihindarkan.

Kemudian, upaya penerobosan dilakukan oleh salah satu massa aksi yang mencoba memanjat gerbang. Usahanya mental karena dihadang polisi hingga mengakibatkan bajunya robek.

Melihat kondisi itu, massa aksi semakin memanas dan bersitegang dengan aparat kepolisian. Saling dorong dan ricuh pun terjadi. Hingga mengakibatkan satu massa aksi memar di kepala dan luka gores di jidat.

Melihat temannya terluka, puluhan massa aksi meminta pertanggungjawaban terhadap aparat kepolisian.

Salah satu massa aksi Arman mengatakan, hari jadi Provinsi Banten yang ke 20 menjadi saksi tidak ramahnya kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.

Mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasinya dihadang dan mendapatkan tindakan refresif dari aparat kepolisian.

"Aku melihat ada tindakan refresif dari petugas. HUt Banten ke 20 tindakan yang nyata apakah WH Andika adalah ramah atau tidak kawan-kawan," ujarnya saat orasi.

Ia mengungkapkan, tindakan refresif telah menodai perjuangan mahasiswa yang ingin menyampaikan keluhan yang dirasakan masyarakat.

"Tenangkan hati kita, perjuangan kita di nodai dengan tindakan refresif. Mari kita border kawan-kawan," ungkapnya.

Pantauan di lokasi, aksi saat ini masih berlangsung. Demo sempat terhenti dan reda karena terdengar suara adzan ashar. (Son/TN1)

Komentar