Derita Tumor, Bocah di Lebak Ini Kubur Cita-cita Jadi Polisi

Reza Kusdiana, anak penderita tumor bersama kedua orangtuanya. (Foto: TitikNOL)
Reza Kusdiana, anak penderita tumor bersama kedua orangtuanya. (Foto: TitikNOL)

BAYAH, TitikNOL - Sungguh malang nasib Reza Kusdiana (12), anak tunggal pasangan Yani dan Imas asal Kampung Carucub, Desa Neglasari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.

Reza terpaksa berhenti melanjutkan sekolah ke SMP dan mengubur cita-citanya menjadi seorang anggota polisi, karena penyakit tumor di bagian lehernya terus membesar.

"Dia sempat bercita-cita jadi anggota polisi. Tapi dengan kondisinya kayak gini, sepertinya hanya sebuah cita-cita saja Pak. Saya juga sedih melihat Reza tiap hari selalu melamun," ujar Yani, saat dikunjungi TitikNOL di rumahnya, Jumat (4/8/2017).

Menurut Yani, tumor yang diderita Reza awalnya tidak terlihat. Tapi setelah Reza memasuki kelas 4 SD, pembengkakan di leher mulai terlihat dan tiap hari terus membesar.

Dirinya mengaku pernah beberapa kali mengobati Reza ke rumah sakit bahkan hingga ke Bandung, Jawa Barat. Namun meski sudah diobati hingga menjalani kemoterapi, tumor yang ada di leher Reza tetap ada dan semakin parah.

"Kebetulan Reza punya KIS (Kartu Indonesia Sehat), jadi gratis saat berobat ke Hasan Sadikin Bandung. Beberapa kali berobat tapi nyatanya masih saja begitu. Saya bingung mau berobat lagi, jangankan buat ongkos, buat makan sehari-hari aja sulit," keluh Yani.

Yani yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan itu saat ini mengaku tidak bisa berbuat banyak dan hanya pasrah melihat kesedihan di muka Reza. Niatan membawa Reza berobat kembali ke rumah sakit terpaksa diurungkan, karena ketiadaan biaya untuk perjalanan dan biaya sehari-hari.

"Bukan nggak mau mengobatin Reza Pak, sangat mau. Karena saya ingin melihat Reza sembuh seperti semula. Tapi mau gimana lagi, makan saja sulit," tambahnya.

Yani hanya bisa berharap, adanya dermawan yang memberikan bantuan biaya kepadanya, agar dirinya bisa mengobati penyakit yang saat ini diderita oleh anaknya.

Sementara itu, Kepala Desa Neglasari, Tating, mengungkapkan jika keluarga Reza keluarga yang tidak punya. Menurutnya, biaya yang dibutuhkan untuk membawa Reza dari Carucub ke Rumah sakit sangat besar.

"Anak ini punya KIS dan sudah dibawa ke Bandung berobat beberapa kali. Memang pengobatan tidak bayar tapi menunggu untuk dipanggil antrian membutuhkan biaya. Sedangkan menunggunya sampai satu minggu kadang lebih dan ongkos dari Carucub menuju Bandung itu memerlukan biaya," ujar Tating.

"Jadi harapan saya sebagai kepala desa, kepada siapa saja dermawan yang mau membantu keluarga Yani, saya tunggu di sini," pungkasnya. (Rian/red)

Komentar