Di Banten, 8 Orang Meninggal Akibat Penyakit Difteri

Kepala Dinkes Banten Sigit Wardojo saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: TitikNOL)
Kepala Dinkes Banten Sigit Wardojo saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Penyakit Difteri di wilayah Banten telah menelan korban jiwa. Delapan orang meninggal dunia akibat penyakit langka tersebut.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, ada 68 kasus penyakit Difteri tersebar di delapan Kabupaten/Kota.

“Data 2017 ada delapan orang meninggal dunia karena penyakit ini,” kata kepala Dinkes Banten Sigit Wardojo, ditemui di Kantor Dinkes Banten, Jumat (8/12/2017).

Sigit menjelaskan, penyakit Difteri yang menyerang selaput lender pada hidung dan tenggorokan,l serta mempengaruhi kulit ini, rentan terhadap anak-anak hingga orang dewasa.

“Paling rentan itu di usia 0-19 tahun, tidak menutup kemungkinan juga kepada orang dewasa,” jelasnya.

Pasalnya, dari delapan orang meninggal dunia selama 2017, ada satu orang berumur 45 tahun meninggal karena penyakit tersebut.

“Untuk yang meninggal delapan orang rata-rata anak-anak ada satu orang dewasa,” lanjutnya.

Baca juga: Duh, Banten Peringkat Ketiga Nasional Kejadian Luar Biasa Penyakit Difteri

Sementara terkait kejadian luar biasa (KLB) di Banten, kata Sigit saat ini tengah dilakukan usulan ke Gubernur Banten.

”Untuk status KLB tengah dilakukan usulan (ke gubernur), saat ini baru Kabupaten Tangerang yang sudah, Kabupaten Serang juga sudah cuma secara resminya belum,” tukasnya. (Gat/red)

Komentar