Jum`at, 4 April 2025

Dituding Gelapkan Aset, DPUPR Lebak Didemo Massa

Aksi unjukrasa yang dilakukan LSM RP-NKRI Kabupaten Lebak di depan pintu gerbang kantor DPUPR Pemkab Lebak di jalan Siliwangi - Pasir Ona Rangkasbitung, Selasa (16/5/2017). (Foto: TitikNOL)
Aksi unjukrasa yang dilakukan LSM RP-NKRI Kabupaten Lebak di depan pintu gerbang kantor DPUPR Pemkab Lebak di jalan Siliwangi - Pasir Ona Rangkasbitung, Selasa (16/5/2017). (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Sejumlah massa yang tergabung di Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Peduli Negara Kesatuan Republik Indonesia (LSM RP-NKRI) Kabupaten Lebak, menggelar aksi unjukrasa di depan pintu gerbang kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemkab Lebak di jalan Siliwangi - Pasir Ona Rangkasbitung, Selasa (16/5/2017).

Dalam aksinya, massa mempertanyakan soal pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan serta jembatan di sebagian wilayah kabupaten Lebak yang diduga dilaksanakan asal-asalan.

Selain itu, massa juga menuding pihak DPUPR pemkab Lebak telah menggelapkan aset daerah berupa besi - besi bekas bongkaran jembatan yang tidak jelas keberadaannya saat ini.

"Kemana itu bekas besi bongkaran jembatan, kalau ada rongsokannya harus ada di kantor PU atau di tempat penyimpanan aset. Ini harus diusut tuntas oleh penegak hukum," teriak Sutisna, salah seorang pendemo dalam orasinya.

Hal yang sama dikatakan Mamik Slamet, pendemo lainnya. Menurut Mamik, mestinya aset besi bekas bongkaran jembatan dilaporkan kebagian aset dan dilakukan proses lelang jika akan dijual.

Akan tetapi kata Mamik, selama ini pihaknya belum mendengar adanya pelaksanaan lelang aset besi bekas bongkaran jembatan di kabupaten Lebak dan besi bekas bongkaran jembatan tidak pernah diketahui keberadaannya.

Menurut Mamik, selain soal hilangnya aset daerah, pihaknya juga menyikapi soal pekerjaan pemeliharaan jalan yang dilaksanakan asal-asalan sehingga dapat merugikan keuangan daerah dan membahayakan pengguna jalan.

"Kami mempertanyakan juga pekerjaan pemeliharaan jalan di dalam kota dan daerah, karena kami melihat pekerjaan jalan banyak yang asal-asalan. Selain asal-asalan juga sangat membahayakan pengguna jalan, tidak sedikit pengguna jalan yang mengalami kecelakaan seperti diruas jalan laskar ampera karena batu krikil berserakan dimana-mana," tukas Mamik.

Pantauan di lapangan, aksi ini mendapat kawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Lebak. Massa sempat mencoba menerobos barikade polisi untuk dapat masuk ke kantor DPUPR, namun dihalau oleh aparat polisi.

Aksi saling dorong pun antara massa pendemo dengan polisi tak dapat dihindarkan, polisi berhasil mendorong massa keluar dan massa pun kembali dapat dikendalikan dan ditenangkan oleh korlap aksi untuk tidak anarkis. (Gun/red)

Komentar