SERANG, TitikNOL - Dalam rangka mendorong penggunaan LPG 3 Kg tepat sasaran, Komite Advokasi Daerah (KAD) Banten melakukan sosialisasi pendataan dan pencatatan transaksi LPG tiga kg lewat Web merchant App
Dengan memasukan NIK, nantinya kelas ekonomi pembeli LPG dapat terdeteksi. Sehingga penggunaan LPG sistemnya tidak terlalu terbuka seperti saat ini.
Anggota KAD Banten Bidang Migas, Yudi Lukman mengatakan, sosialisasi Pendataan dan pencatatan transaksi gas bersubsidi melalui web merchantapp berpedoman pada Keputusan Menteri ESDM No 37.K/MG.01/MEM.M/2023 tentang Penggunaan Gas Lpg tiga kilo.
“Tujuannya mewujudkan pasokan LPG memadai agar di akses masyarakat dengan harga terjangkau,†katanya, Selasa (9/5/2023).
Ia menyebutkan, sosialisasi diikuti oleh agen yang berada di kabupaten kota. Secara bertahap agen diminta mengedukasi masyarakat agar membawa KTP dalam proses pendataan dan pencatatan transaksi digital melalui web merchant app.
Dengan Proses transaksi Digital melalui Web Merchant App maka bisa dipastikan Penyaluran subsidi bisa lebih tepat sasaran,dengan Transaksi berbasis digital maka konsumen yang datang didata diacatat melalui web merchant app,tujuan nya tak lain adalah demi terwujud nya subsidi tepat sasaran sesuai peruntukan nya yakni masyarakat yang kurang mampu.
“Mereka sudah secara bertahap mengadakan sistem transaksi LPG bersubsidi kepada masyarakat. Peluang LPG yang beredar masih terbuka. Sangat berdampak pada tidak tepat sasaran yang ditujukan pemerintah membantu masyarakat miskin,†ujarnya.
Sistem pendataan dan pencocokan data konsumen serta pencatatan transaksi lewat Web merchant App dilakukan secara sampling yang ditunjuk di beberapa kabupaten kota bahkan telah di uji coba di sejumlah pangkalan pangkalan yang ada di Banten.
Sehingga target pemerintah pusat terkait pendataan dan pecatatan transaksi LPG bersubsidi lewat web Merchantapp secara keseluruhan di 2024 dapat terwujud.
“Sementara ini memfilter tingkat kelayakan. Kita bertahap mengadakan sampling per kabupaten kota mencoba uji coba melalui web merchantapp telah disiapkan, memvalidasi pangkalan sebagai ujung tombak,†tuturnya.
Ia menerangkan, harga eceran tertinggi (HET) disesuaikan dengan potret masyarakat di kabupaten kota. Sejauh ini di Banten HET LPG bersubsidi mulai dari Rp16 ribu hingga Rp19 ribu.
Pihak nya Menghimbau bagi masyarakat yang tingkat kehidupan nya mampu untuk tidak menggunakan gas LPG Bersubsidi Dikarenakan Peruntukan subsidi buat membantu masyarakat yg Kurang mampu.
“HET kita sudah dapat rekomendasi pejabat wilayah kab kota menyesuaikan potret, di Banten penembusan pangkatan Rp16 ribu, HET tertinggi tidak boleh di atas Rp19 ribu,†terangnya. (TN3)