Pemkot Cilegon Bakal Sweeping Rumah ASN Yang Pakai Gas Elpiji Bersubsidi

Plt Wali kota Cilegon Edi Ariadi, saat memberikan Bright Gas kepada perwakilan ASN secara simbolis di Aula Setda II Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)
Plt Wali kota Cilegon Edi Ariadi, saat memberikan Bright Gas kepada perwakilan ASN secara simbolis di Aula Setda II Kota Cilegon. (Foto: TitikNOL)


CILEGON, TitikNOL - Pemerintah Kota Cilegon, bakal melakukan sweeping terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di rumahnya memakai gas elpiji 3 kilogram atau gas subsidi.

Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengungkapkan, saat ini masih banyak ASN di Kota Cilegon yang di rumahnya masih menggunakan gas bersubdi atau gas 3 kilogram untuk kebutuhan dapur. Padahal kata dia, gas melon tersebut diperuntukkan bagi rumah tangga sasaran (RTS) yang secara ekonomi kurang mampu.

“Kalau ASN masih pakai gas melon berarti subsidinya tidak tepat sasaran, ASN saatnya sekarang beralih untuk tidak menggunakan barang bersubsidi,” imbuh Edi.

Edi juga meminta kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk melakukan pengecekan ke rumah-rumah ASN, jika masih ada yang menggunakan gas melon untuk segera diganti dengan gas yang tidak bersubsidi.

“Larangan ASN memakai gas melon sudah ada Surat Edaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan nomor 500/4345 yang diterbitkan 26 September 2017,” jelasnya.

Pasca beralihnya penggunaan gas bersubsidi ke gas non-subsidi di kalangan ASN, Edi berharap agar gas bersubsidi benar-benar dinikmati orang yang membutuhkan. Penggunaan gas 3 kilogram warna hijau hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha kecil.

“Itu juga sudah diatur oleh Permen ESDM (Peraturan Meneteri Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia) 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji,” papar Edi dalam Sosialisasi Penerapan Bright Gas pada ASN di Aula Setda II Kota Cilegon, Rabu (29/11/2017).

Lebih lanjut Edi mengungkapkan, bukan hanya penggunaan gas bersubsidi, Pemkot Cilegon juga melarang ASN untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan listrik bersubsidi.

“Di Cilegon masih ada sekitar 30.000 jiwa keluarga miskin yang berhak menerima subsidi. Kalau ASN tidak termasuk itu,” terangnya.

Di tempat yang sama, Unit Manager Communication and Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari mengatakan, pihaknya telah menyedian elpiji non subsidi sebagai elpiji alternatif yaitu Bright Gas dengan ukuran 5,5 kilogram.

“Yang seharusnya tidak menggunakan elpiji 3 kilogram kita sediakan juga yang ukuran 5,5 kilogram, kalau yang tidak ingin beli yang 12 kilogram,” ujarnya.

Hapsari menambahkan, elpiji 5,5 kilogram dengan warna pink juga telah tersedia di 122 pangkalan elpiji yang ada di Kota Cilegon. Ditambah lagi di 72 toko modern dan beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Cilegon.

"Hingga Oktober 2017, penjualan Bright Gas di Cilego sudah ini mencapai 75.657 tabung," terangnya. (Ardi/red).

Komentar