Habiskan Biaya Rehap Hampir Rp200 Juta, Puskesmas Pembantu di RSS Pemda Terbengkalai

Puskesmas Pembantu Banten Girang di Komplek RSS Pemda, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Puskesmas Pembantu Banten Girang di Komplek RSS Pemda, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Sebuah Puskesmas Pembantu Banten Girang di Komplek RSS Pemda, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang terbengkalai.

Tidak ada aktivis pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut. Padahal, layanan kesehatan itu baru direhab beberapa bulan yang lalu. Bahkan, kondisi saat ini pun banyak rumput liar yang tumbuh dan aliran listrik diputus.

Sehingga, Puskesmas Pembantu Banten Girang yang merupakan aset Pemerintah itu nampak seperti bangunan yang sudah lama tanpa berpenghuni.

Salah satu warga Komplek RSS Pemda Rt 02, Rw 08 yang kerap disapa Pakde (61) mengatakan, sudah dua bulan lebih Puskesmas Pembantu di lingkungannya tidak berfungsi melakukan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, banyak warga yang terbiasa berobat di Puskesmas tersebut kecewa dan mempertanyakan landasan pemberhentian pelayanan kesehatan.

"Ya paling kecewa saja, biasanya berobat disini tapi tetap tutup. Masyarakat juga mempertanyakan. Sekarang punya penyakit pusing aja banyak yang berobat ke RSUD," katanya saat ditemui di lokasi, Jumat, (17/01/2020).

Sebelum Puskesmas di rehab, kata dia, aktivitas pelayanan kesehatan berjalan dengan baik. Namun, setelah di rehab bagian atap yang menggunakan anggaran hampir Rp200 juta, Puskesmas tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

"Kalau dari plang ya ini anggarannya hampir Rp200 juta. Cuma atapnya doang yang diganti jadi baja, awalnya kan gak layak gitu banyak yang rusak. Nggak dari awal, atapnya doang," terangnya.

Ia pun berharap, Pemerintah dapat andil dalam menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat. Agar, derajad kesehatan masyarakat dapat optimal.

"Kalau warga semuanya pengen di buka lagi. Alasannya nggak tahu, cuma yang saya tahu katanya ini belum beres, nyatanya sampai sekarang belum buka," tukasnya. (Son/Tn1)

Komentar