Tiga Tahun Tidak Ada Pelayanan, Warga Minta Pustu di Karangantu Difungsikan

Kondisi Puskesmas Pembantu di Jalan Raya Pelabuhan Karangantu, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Kondisi Puskesmas Pembantu di Jalan Raya Pelabuhan Karangantu, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Warga minta Puskesmas Pembantu di Jalan Raya Pelabuhan Karangantu, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, difungsikan sebagai pelayanan kesehatan.

Pantauan di lokasi, kondisi Puskesmas tersebut saat ini tidak terawat. Halaman depan Puskesmas dimanfaatkan warga setempat untuk menjemur pakaian dan parkir.

Salah satu warga, Dedi Wahyudi mengakui, sudah tiga tahun lamanya Puskesmas Pembantu tidak berfungsi layaknya sebagai pelayanan kesehatan. Bahkan, ada sebagian fasilitas yang hilang dan rusak.

"Kayaknya sudah 3 tahun kurang lebih, bahkan barang-barang di dalam. Begitu di cek, banyak yang hilang seperti timbangan," katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (23/01/2020).

Baca juga: Puskemas Pembantu Tutup, Komisi III Kecewa Kinerja Dinkes Kota Serang

Sebelum Puskesmas Banten berdiri, Puskesmas Pembantu di Karangantu merupakan pusat berobat bagi warga Kasemen. Namun setelah mengalami rehap, Puskesmas dibiarkan kosong.

"Kalau Pustu dikosongkan sudah lama. Oh jalan, sebelum Puskesmas Banten dibangun kan ini dulu. Karena tidak layak pakai ada rehap seperti ini hasilnya," terangnya.

Saat ditanya soal sengketa lahan, Dedi menceritakan bahwa Puskesmas di Karangantu merupakan aset Pemerintah. Hal ini menjadi sengketa setelah saudara Agus membeli lahan dari almarhum Juli.

Sebagai saksi saat jual beli, kata Dedi, patok lahan kepemilikan Agus hanya mencapai area kontrakan. Puskesmas Pembantu berdiri di atas lahan pemerintah.

"Kalau sengketanya belum lama. Belum ada setahun. Walaupun pak Agus mengakui hanya sampai kontrakan saja. Itu lahannya dari almarhum pak Juli. Yang awalnya dari pak Suri, karena minjam uang dari pak Juli, akhirnya tidak terbayar dan diambilah sama pak Juli," ujarnya.

"Setelah itu dijual sama pak Agus, jadi nggak sampai ke Pustu ini. Karena setahu saya Pustu ini aset pemerintah. Setahu saya, pak Agus cuma beli lahan kontrakan itu saja. Kenapa saya tahu, jual belinya si pemilik ini saya yang menyaksikan, batasnya juga tahu," jelasnya.

Atas dasar itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk membuka kembali pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut. Sebab, banyak warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

"Sekarang ini berobatnya ke Puskesmas Banten semua, saya pernah mengusulkan agar disini di fungsikan agar tidak terlalu jauh berobatnya," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar