Hibur Wakil Walikota, Emak-emak Pipitan Mainkan Musik Perkusi Dengan Barang Bekas

Pertunjukan memainkan musik dengan barang bekas di acara launching kampung wisata pipitan. (Foto: TitikNOL)
Pertunjukan memainkan musik dengan barang bekas di acara launching kampung wisata pipitan. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Inilah keunikan Emak-emak asal Kelurahan Pipitan, Kecamatan Walantaka saat menghibur Wakil Walikota Serang Subadri di acara Launching Kampung wisata Pipitan.

Mereka melakukan atraksi memainkan musik dengan memanfaatkan barang-barang bekas dapur yang tidak digunakan lagi. Dengan mengenakan baju kebaya dan tutup kepala semakin menunjukan kekompakan band Emak-emak ini.

Lantunan lagu Manuk Dadali yang dibawakan nampak apik diiringi dengan bunyi yang dihasilkan dari pukulan kitel bolong, panci bolong, galon, kaleng dan ember yang diwarnai.

Semua penonton pun bergemuruh saat grup Emak-emak tersebut beraksi memainkan alat musiknya dan mengkolaborasikan lagu dengan tag line aje kendor.

Kondisi dingin karena faktor hujan pun nyaris tidak terasa akibat adanya hiburan yang disuguhkan Emak-emak.

Tidak nahan dengan gaya Emak-emak tersebut, Wakil Walikota Serang Subadri nampak terpingkal-pingkal melihat pertunjukan yang jarang ditemui di Kota Serang.

Ia pun mengaku terhibur dan mengapresiasi dengan niat baik grup perkusi Emak-emak Pipitan untuk menghibur warga Walantaka yang turut melaunching Kampung wisata Pipitan.

Menurutnya, ada nilai yang baik dalam pertunjukan tersebut. Seperti mengenakan baju kebaya yang langka dikenakan pada zaman teknologi saat ini. Hal itu dinilai sebagai bentuk pelestarian budaya yang patut dijaga.

"Saya apresiasi, sangat berbangga hati saya, gampang lah berbicara tentang indah dan enak lagunya tapi penampilan mereka itu saking inginnya berbuat manfaat dengan diawali sebuah kekompakan. Dari sisi mental itu sudah bagus, kalau dari alatnya nanti di rubah sedikit-sedikit," katanya saat ditemui di lokasi, Kamis, (12/12/2019).

Namun, Subadri sedikit menyayangkan dengan grup Emak-emak Pipitan yang tidak membawakan lagu berbahasa jawa atau ciri khas Kota Serang. Meski begitu, ia tetap menyanjung atas aksi kreatif yang ditunjukan kaum Emak-emak.

"Nanti kami punya budaya bahasa daerah Kota Serang, mungkin belum hafal ya. Jadi kedepan mudah-mudahan dibiasakan dengan bahasa Kota Serang," tukasnya. (Son/Tn1)

Komentar