SERANG, TitikNOL – Insiden kekerasan terhadap wartawan juga terjadi di Medan, Sumatera Utara. Jurnalis MNCTV Andri Safrin dan reporter Tribun Medan Aray Agus, diinjak-injak dan dirampas peralatannya oleh anggota TNI angkatan udara di Medan.
Terkait hal ini, Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) Banten mengambil sikap. Ketua IJTI Banten Aimarani meminta pelaku penganiayaan segera ditangkap dan diadili.
“Tindakan arogansi aparat seperti ini harus dicegah dan dilawan. Pelaku wajib diberi tindakan hukum seberat beratnya,” katanya.
IJTI Banten pun, lanjut Aimarani, menolak ikut berpartisipasi dalam lomba foto & video dalam rangka HUT ke 71 TNI 2016. Lomba ini rencananya akan digelar Puspen TNI.
“Perihal diadakannya lomba foto dan video oleh Puspen TNI, kami menolak berpartisipasi dalam lomba foto & video dalam rangka HUT ke-71 TNI 2016,” tegasnya.
Aimarani mendesak Mabes TNI AU untuk menghukum pelaku dan atasannya yang ada di lapangan (Danlanud). Ia meminta peran TNI sebagai alat pertahanan negara dikembalikan.
“TNI AU harus bisa menjaga kedaulatan juga tapal batas NKRI, jangan menjadi musuh rakyat,” tuturnya.
Aimarani juga mendorong IJTI Pusat, dewan pers, serta Komnas Ham Jakarta mengawal terus kasus kekerasan ini, hingga pelaku dihukum berat.
“IJTI Pusat, begitu juga Dewan Pers dan Komnas HAM harus merespons insiden ini,” harapanya. (red)