Jelang Ramadhan, MUI Imbau Warga Kota Serang Terapkan Jaga Jarak Saat Tarawih

Ketua MUI Kota Serang KH Mahmudi. (Foto: TitikNOL)
Ketua MUI Kota Serang KH Mahmudi. (Foto: TitikNOL)
SERANG, TitikNOL – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang menghimbau kepada warga, agar saat melaksanakan ibadah tarawih di masjid tetap menggunakan protap kesehatan.

Ketua MUI Kota Serang KH Mahmudi mengatakan, untuk daerah yang dirasa masih aman, tidak dilarang melaksanakan ibadah Tarawih berjamaah di Masjid. Namun, warga disarankan untuk menjaga jarak sesuai protap kesehatan. Hal itu dilakukan, agar meminimalkan interaksi antara jamaah. Mengingat, penularan virus Corona bisa terinfeksi karena adanya kontak sentuh anggota tubuh.

"Kegiatan ramadhan, kami mengimbau harus banyak sodaqoh, menguatkan iman dan takwa. Menjalankan shalat tarawih seandainya dianggap masih aman, mengikuti protokol kesehatan jaga jarak dan cuci tangan, wudhu di rumah," katanya saat ditemui di Puspemkot, Kamis (16/04/2020).

Selain itu, ia menyarankan agar setiap masjid menyediakan hand sanitizer untuk meminimalisir penyebaran virus Corona. Di sisi lain, masjid juga harus sering disemprot disinfektan untuk membunuh bakteri.

Namun jika Kota Serang sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB), maka warga disarankan melaksanakan ibadah tarawih berjamaah di rumah masing-masing bersama keluarga.

"Kalau sudah dinyatakan KLB ya sebaiknya tarawih dilaksanakan berjamaah bersama keluarga di rumah. Iya tapi harus disesuaikan jaga jarak dan di cek. Nanti akan bekerjasama dengan gugus tugas," terangnya.

Jika melihat kondisi Kota Serang, menurutnya, warga masih belum mau diatur oleh pemerintah. Kebanyakan beranggapan bahwa shalat tarawih lebih mulia dan wajib dari pada corona. Padahal, menjaga kesehatan juga termasuk yang paling utama.

"Sampai sekarang masyarakat belum mau diatur pemerintah, katanya shalat tarawih itu lebih mulia dan wajib dari pada corona. Shalat ied belum bisa di putuskan nunggu Fatwa MUI. Melihat perkembangan dulu," tuturnya.

Ia juga mengimbau, kepada seluruh masyarakat agar tidak menggelar kegiatan buka bersama pada saat ramadhan atau kegiatan yang dapat menimbulkan banyak orang.

"Buka bersama kalau pihak kami menghimbau di rumah saja dengan keluarga, tidak kumpul-kumpul. Yang bersifat ramai dihindari dulu," tukasnya. (Son/TN1)
Komentar