Sabtu, 5 April 2025

Kapolres Lebak : Issue Penyerangan Terhadap Ulama Tidak Ada

Acara forum silahturahmi antara Kapolres dan Dandim Lebak dengan para pimpiman Ponpes se Kabupaten Lebak. (Foto: TitikNOL)
Acara forum silahturahmi antara Kapolres dan Dandim Lebak dengan para pimpiman Ponpes se Kabupaten Lebak. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Ramainya issue di media sosial (Medsos) soal penganiayaan dan penyerangan kepada para ulama yang sudah meresahkan masyarakat akhir - akhir ini. Disikapi serius oleh aparat keamanan dari Kepolisian, TNI dan para Alim Ulama di Kabupaten Lebak.

Untuk menyikapi hal tersebut, telah digelar acara silaturahmi antara Kapolres Lebak, Dandim 0603/Lebak bersama para pimpinan Pondok Pesantren se Kabupaten Lebak, kegiatan silaturahmi berlangsung di Mesjid Al - Fithrah Mapolres Lebak, Selasa (20/2/2018).

AKBP Dani Arianto Kapolres Lebak dalam sambutannya mengatakan, maraknya berita di medsos terkait penganiayaan atau penyerangan terhadap para ulama, issue penyerangan terhadap ulama ini sebenarnya tidak benar.

Kata Dani, di wilayah Lebak belum terjadi penyerangan terhadap ulama, tetapi ada orang dengan masalah kejiwaan dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dianiaya oleh sekelompok orang yang sedang mondar-mandir di sekitar pondok pesantren.

"Untuk itu dalam waktu dekat ini saya perintahkan kepada para Kapolsek untuk melakukan razia terhadap ODGJ bekerjasama dengan Satpol PP, saya harapkan kepada para ulama untuk menetralisir dan menenangkan masyarakat atas issue ini dan tetap waspada. Jika menemukan OGDJ jangan dihakimi sebaiknya langsung serahkan ke Polsek terdekat,"ujar Kapolres.

Menurutnya, setiap malam Sabtu dan malam Minggu, aparat Kepolisian selalu melakukan razia miras dan melakukan patroli terhadap gangguan Kamtibmas lainnya.

"Atas saran dari ketua MUI Lebak untuk meningkatkan jumlah jamaah sholat Jum'at, jajaran Kepolisian Polres Lebak setiap hari Jum'at juga selalu melakukan patroli untuk menghimbau kepada masyarakat agar melaksanakan sholat berjama'ah di mesjid-mesjid yang ada di wilayah Kabupaten Lebak,"imbuh Dani.

Ditempat yang sama, Komandan Kodim 0603/Lebak Letkol Arh Syafa Susanto mengatakan, bahwa meskipun di wilayah Kabupaten Lebak belum terjadi penyerangan terhadap ulama, tetapi pihaknya mengaku sudah melakukan antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi di wilayah Lebak.

"Issue ini karena di negara kita bermacam-macam agama, sehingga ada oknum yang berusaha melakukan adu domba dengan tujuan negara ini hancur. Pihak kami dengan Polres selalu melakukan patroli bersama dan para Danramil dengan Babinsa sudah saya perintahkan untuk selalu mengikuti sholat subuh berjamaah di mesjid yang ada di wilayahnya, hal itu untuk memberikan rasa aman kepada ulama dan jamaah,"kata Dandim.

"Pihak Kodim, Koramil maupun Polres dan Polsek senantiasa siap 24 jam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat,"ujarnya menambahkan.

Sementara, KH Pupu Machfudin Ketua MUI setempat dalam sambutannya mengatakan, dirinya mengaku sudah melakukan beberapa kali pertemuan dalam rangka membahas issue -issue yang berkembang akhir-akhir ini soal penyerangan kepada para ulama.

"Terakhir kemarin saya menghadiri pertemuan dengan Bupati Lebak yang juga dihadiri oleh Kabinda Banten, menurut Kabinda Banten berita yang beredar di medsos itu adalah hoax, meskipun hoax tetapi kita harus tetap waspada dan kami tetap meminta kepastian keamanan kepada aparat keamanan,"ujarnya.

Selain itu, Ketua MUI Lebak ini juga mengajak kepada para alim ulama untuk bekerjasama dengan TNI-Polri dan instansi terkait untuk menyelesaikan segala permasalahan di wilayah Kabupaten Lebak yang merusak aqidah umat.

"Mari kita bantu Kapolres dan Dandim agar Kabupaten Lebak tetap aman dan damai serta bebas dari Narkoba dan LGBT. TNI-Polri harus bersatu padu dengan para alim ulama jangan sampai ada jarak, agar tidak ada kesempatan untuk diadu domba oleh pihak manapun,"tandas KH Pupu.

Kegiatan silaturahmi tersebut dalam rangka memberikan kepastian keamanan dari Kapolres dan Dandim, kepada para alim ulama se-Kabupaten Lebak terkait issue penganiayaan dan rencana pembunuhan terhadap para alim ulama.

Pada forum silaturahmi para pimpinan Ponpes menyatakan sikap akan bekerjasama dengan Polri dan TNI untuk menjaga ketentraman dan kamtibmas, jika ada hal-hal yang mencurigakan tidak akan main hakim sendiri dan akan segera melaporkan kepada Polri dan TNI. (Gun/TN2)

Komentar