Sabtu, 5 April 2025

Masuk Zona Merah, Dinkes Banten Sebut PSBB di Kabupaten Serang Belum Optimal

Ilustrasi. (Dok: Voi)
Ilustrasi. (Dok: Voi)

SERANG, TitikNOL - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, PSBB yang belum optimal menjadi salah satu penyebab Kabupaten Serang masuk dalam zona merah.

“Kabupaten Serang sudah menerapkan PSBB, namun belum optimal,” katanya melalui pesan singkat, Selasa (6/10/2020).

Ati menuturkan, berdasarkan data yang telah terhimpun, kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Serang didominasi oleh klaster perusahaan atau industri dan klaster keluarga. Terlebih, terdapat beberapa pasien yang melakukan isolasi mandiri.

“Belum tampak terlihat akibat klaster Pilkada. Justru kasus Kabupaten Serang banyak pada kluster perusahaan dan klaster keluarga,” tuturnya.

Ia menjelaskan, isolasi mandiri di rumah akan efektif bila rumah yang dijadikan isolasi memiliki cukup leluasa untuk tidak kontak dekat dengan anggota keluarga lain.

Selama isolasi menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik pada yang sakit maupun anggota keluarga yang lain. Menerapkan prilaku idup sehat dan bersih. Makan makanan bergizi dan vitamin. Mendapatkan pemantauan dan pengawasan dari petugas kesehatan.

“Namun akan menjadi sebaliknya, jika dalam melakukan isolasi mandiri tidak disiplin melakukan tatacara isolasi mandiri di rumah, yang akan mengakibatkan semakin tingginya klaster keluarga,” jelasnya.

Menurut Ari, jika kondisi rumah tidak memadai atau cukup syarat untuk dijadikan tempat isolasi mandiri, maka sebaiknya dilakukan di rumah singga khusus covid. Oleh karena itu, pihaknya mendorong Kabupaten dan Kota dapat menyediakan rumah singgah khusus covid.

“Terutama bagi Kabupaten dan Kota yang memiliki peningkatan kasus yang cukup banyak. Agar transmisi lokal dapat terkendali dan peningkatan klaster keluarga dapat ditekan,” tukasnya. (Son/TN1)

Komentar