Pemuda Ngaku Imam Mahdi di Serang Sering Kerasukan Macan

MUI Kota Serang dan Polresta Serang saat berdialog dengan pemuda yang mengaku Imam Mahdi di Mapolresta Serang. (Foto: TitikNOL)
MUI Kota Serang dan Polresta Serang saat berdialog dengan pemuda yang mengaku Imam Mahdi di Mapolresta Serang. (Foto: TitikNOL)
SERANG, TitikNOL- Warga Kecamatan Taktakan, Kota Serang digegerkan oleh seorang pemuda berinisal ML (24), dengan mengaku pemimpin besar umat islam pada akhir zaman yakni Imam Mahdi.

Sekretaris Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang Amas Tadjuddin mengatakan, pengakuan itu terungkap setelah pemuda itu bermimpi dengan nabi Muhammad SAW, bertemu langsung dengan Jibril berwujud manusia dan memiliki tiga kesamaan fisik di tubuhnya dengan Imam Mahdi.

"Setelah membaca Al-Qur'an dan mengamalkan wiridan dapat sendiri, ML makin yakin bahwa dirinya adalah Imam mahdi yang disebutkan dalam hadits," katanya kepada TitikNOL, Minggu, (19/04/2020).

Menurutnya, ada hal yang aneh dalam diri ML setelah menggali informasi dari orangtuanya. Salah satunya adalah pemuda yang mengaku Imam Mahdi itu kerap kerasukan macan.

Dari cerita ayah kandungnya, kata Amas, pemuda tersebut sering melakukan perjalanan spiritual. Selain itu, ML pernah menimba ilmu disalah satu Pesantren Tahfid Al-Qur'an.

"Menurut penuturan bapak kandungnya, jika ML ini sedang marah dan kesurupan harimau. Pintu, pagar rumah, bisa hancur dan melompat-lompat seperti harimau," ujarnya.


Ia juga menceritakan, bahwa ayah kandungnya sering menegur ML agar tidak mengaku Habib lantaran tidak ada garis keturunan dari nabi. Hal ini dilakukan agar anaknya sadar dan tidak salah langkah dalam menjalankan keyakinannya.

Dikatakan Amas, setelah berdiskusi panjang lebar, MUI, Muspika Kecamatan Taktakan dan Polresta Serang sepakat untuk tidak menahan pemuda tersebut. Sebab, ML sadar dan telah membuat pernyataan kekeliruanya serta berjanji tidak akan mengulanginya.

"ML dikembalikan kepada keluarganya karena masih bisa dibimbing dan dibina untuk memperoleh ajaran islam yang benar," terangnya.

Untuk memberikan pemahaman yang benar, MUI telah menunjuk guru-guru yang siap membina, dari MUI KecamatanTaktakan dengan Koordinator Sekretaris Umum MUI Kota Serang.

Ia menghimbau kepada semua pihak agar tidak terprovokasi oleh siapapun dan serahkan sepenuhnya penanganan masalah tersebut kepada Kepolisian, RT, RW setempat dan MUI Kota Serang.

"Kepada siapapun diwajibkan belajar agama kepada guru yang soheh dan sanad keilmuanya mutawatir. Persoalan ML dinyatakan selesai, kecuali ditemukan fakta baru," jelasnya. (Son/TN2)
Komentar