Sebut Kota Bekasi Daerah Macet , Edi Ariadi Minta Maaf

Walikota Cilegon, Edi Ariadi. (Dok: TitikNOL)Walikota Cilegon, Edi Ariadi. (Dok: TitikNOL)

CILEGON,TitikNOL - Kolom komentar di akun resmi Instagram milik Pemkot Cilegon, ditutup. Banyaknya komentar kemarahan dari netizen Kota Bekasi terkait pernyataan Walikota Cilegon, Edi Ariadi diduga menjadi alasan kolom komentar tersebut dihilangkan.

Berdasarkan penelusuran TitikNOL, beberapa foto kegiatan Pemkot Cilegon yang sebelumnya dipenuhi oleh komentar netizen Kota Bekasi kini sudah tidak dapat dilihat lagi.

Penutupan kolom komentar itu diduga untuk menghindari komentar negatif dari netizen Kota Bekasi yang meluapkan kemarahannya melalui komentar di akun resmi Instagram @PemkotCilegon.

Seperti diberikan sebelumnya, Walikota Cilegon, Edi Ariadi sempat mengeluarkan pernyataan yang dianggap menyinggung Kota Bekasi sebagai daerah macet. Pernyataan itu langsung pendapat respon oleh Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.

Tidak hanya Walikota Bekasi, salah satu anggota DPRD Kota Bekasi juga meminta Edi Ariadi untuk meminta maaf kepada Pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat Kota Bekasi terkait pernyataannya yang dianggap telah menyinggung Kota Bekasi sebagai daerah macet.

Baca juga: Ini Klarifikasi Walikota Cilegon Edi Ariadi Terkait Kota Bekasi

Terkait banyaknya tanggapan dari berbagai pihak, Walikota Cilegon , Edi Ariadi akhirnya mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya tersebut.

"Assalamualaikum, saya Edi Ariadi Walikota Cilegon pada kesempatan ini ingin mengklarifikasi yang berkaitan dengan statement saya dibeberaps media yang berkaitan dengan Kota Bekasi. Sebetulnya yang saya maksud itu bukan pada keseluruhan Kota Bekasi, tapi adalah kemacetan yang disebabkan oleh pembangunan jalan tol di wilayah Bekasi. Oleh karena jtu saya, kota saya, Kota Cilegon tidak ingin terjadi kemacetan sepertu itu. Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya minta maaf untuk statement saya untuk Kota Bekasi, warga masyarakat, eksekutif dan legislatif. Mudah-mudahan Kota Cilegon bisa menyusul Kota Bekasi, karena kita sama-sama kota industri," kata Edi Ariadi dalam klarifikasinya melalui video, Kamis (21/2/2019) kemarin. (Ardi/TN2).

Komentar