Tekan Pengangguran, Pemda Diminta Genjot Kreativitas UMKM

Ilustrasi. (Dok: Kanalaceh)Ilustrasi. (Dok: Kanalaceh)

SERANG, TitikNOL - Tingginya angka pengangguran di Provinsi Banten mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Banten diketahui, menempati urutan pertama tingkat pengangguran se-Indonesia.

Akademisi Untirta Leo Agustino mengatakan, angka pengangguran di Banten merupakan masalah utama bagi pemerintah daerah. Menurutnya, Pemda tidak bisa begitu saja menyelesaikan persoalan itu dari hanya satu sisi, karena persoalan tersebut memiliki banyak dimensi yang diakibatkan oleh sejumlah faktor.

“Oleh karena itu, penyelesaiannya pun tidak bisa berdimensi tunggal. Ia (pengangguran) harus diselesaikan dengan mempertimbangkan kaitannya dengan faktor lain,” kata Leo, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Pengangguran di Banten Tertinggi se-Indonesia

Salah satu yang bisa dilakukan Pemda untuk mengatasi persoalan tersebut, kata Leo, yaitu dengan mendorong tumbuhnya kreativitas di sektor usaha menengah dan kecil masyarakat (UMKM) dengan mendorong terciptanya start-up.

“Bukan hanya itu, deregulasi kebijakan juga perlu dilakukan agar investasi mudah mengalir ke Banten,” tuturnya.

Selain itu, pembukaan lapangan kerja di sektor pariwisata juga perlu dilakukan pemerintah daerah. Kata Leo, selama ini sektor tersebut luput dari perhatian pemerintah setempat.

“Dan masih banyak lagi cara yang bisa dilakukan oleh kepala dan wakil kepala di pemerintahan daerah,” tandasnya.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, daerah yang kini dipimpin oleh pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy ini menempati urutan pertama jumlah pengangguran tertinggi di tingkat nasional.

Banten bersama-sama dengan dua provinsi lainnya yang berada di zona angka pengangguran tertinggi di Indonesia yaitu Jawa Barat dan Maluku. (Awi/TN3)

Komentar