Tepis Isu Pasien Tidak di Perlakukan Baik, Ini Jadwal Makan di RSUD Banten

Ilustrasi. (Dok: Wartanasional)
Ilustrasi. (Dok: Wartanasional)
SERANG, TitikNOL - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, tidak sepakat dengan adanya keluhan dari salah satu keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten tidak diperlakukan dengan baik.

Menurutnya, tidak mungkin sebuah Rumah Sakit (RS) akan menelantarkan pasien hingga tidak diberi makan. Sebab, setiap RS memiliki protap tata laksana dalam merawat pasiennya. Terlebih, jam makan pasien sudah dijadwalkan dengan baik.

"Menurut kami berita itu mungkin benar atau tidak, tetapi kami sudah melakukan tahapan jadwal makan pasien dari mulai pagi pukul 07:00, snack pagi pukul 10:00, makan siang pukul 12:00, snak sore pukul 13:00 dan makan malam pukul 18:00," katanya, Sabtu (28/03/2020).

Ia menyebutkan, pengobatan pasien infeksius virus Corona sudah ditangani oleh dokter spesialis paru, penyakit dalam dan anak. Obat dan infus yang diberikan kepada pasien atas dasar rekomendasi dokter.

"Ketika ada pasien datang di malam hari, tentunya mereka harus menunggu mendapatkan makan pagi pada pukul 07:00 WIB. Tidak mungkin sepertinya kami menelantarkan pasien, apalagi tidak memberi obat," ungkapnya.

Dikatakan Ati, tujuan utama RSUD Banten dijadikan RS khusus pelayanan Covid 19 agar warga yang terinfeksi tidak mendapat kesulitan rujukan ke Jakarta. Jika ada kendala dan ketidaksempurnaan, maka tim gugus tugas akan mengevaluasi kinerja dan mencari solusi terbaik demi kebaikan warga Banten.

"Mereka mempunyai protap dan standar terkait tata laksana di RS. Tidak mungkin kami menelantarkan karena tujuan berdirinya RSUD Banten ini adalah warga Banten mendapat pelayanan PDP yang sulit mendapatkan rujukan ke Jakarta maupun di Tangerang," jelasnya.

Kondisi saat inikata Ati, RSUD Banten membatasi keluarga yang menunggu pasien. Hal ini dilakukan, agar dapat memutuskan penularan terhadap kepada keluarga. Ketika ingin mengetahui kondisi pasien, pihaknya menyediakan tim advokasi yang setiap hari membuka konsultasi ruang publik dengan keluarga.

"Keluarga dapat maklum dengan harapan pasien cepat sembuh. Kami bekerja dengan sungguh-sungguh," terangnya. (Son/TN1)

Komentar