Timbulkan Kebisingan, Aktivitas Pabrik Biji Plastik di Lebak Dikeluhkan Warga

Pabrik biji plastik PT. Elesta Maharani Mansyur (EMM) di Kampung Ketug Mesjid RT03/RW 05, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak yang dikeluhkan warga. (Foto: TitikNOL)Pabrik biji plastik PT. Elesta Maharani Mansyur (EMM) di Kampung Ketug Mesjid RT03/RW 05, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak yang dikeluhkan warga. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Aktivitas pabrik biji plastik PT. Elesta Maharani Mansyur (EMM) di Kampung Ketug Mesjid RT03/RW 05, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dikeluhkan warga Iantaran menimbulkan kebisingan.

Tak hanya suara bising, warga setempat juga mengeluhkan kerap kekurangan air bersih. Sebab perusahaan tersebut menggunakan penyedotan air menggunakan mesin pompa satelit.

Aepul (34), warga setempat mengatakan, pabrik tersebut beegerak di bidang pembuatan biji plastik. Dari aktivitas pabrik itu, dirinya bersama warga lainnya sangat terganggu.

Terutama saat malam hari, karena kerap terdengar suara bising di dalam pabrik yang beroperasi siang malam.

"Pemukiman warga berada di samping lokasi pabrik, suara bising sering terdengar di malam hari apalagi waktu menurunkan drum-drum dari kendaraan truk pengangkut. Warga juga sering kekurangan air bersih, apalagi kalau musim kemarau tiba. Air sering enggak ada, karena pabrik menggunakan air tanah yang disedot oleh mesin pompa menggunakan satelit," keluh Aepul, Selasa (16/4/2019) kepada TitikNOL.

Aepul bersama warga lainnya berharap, agar pemerintah daerah setempat dapat mencarikan solusi terkait permasalahan tersebut.

Selain itu, Aepul menduga pabrik itu tidak memiliki izin pendirian dan analisis dampak lingkungan (Amdal). Sehingga menimbulkan permasalahan bagi lingkungan disekitar.

"Pihak perusahan sepertinya abai terhadap lingkungan warga, Pemda harus turun tangan mengenai keluhan warga ini," imbuh Aepul.

Menanggapi hal tersebut, Madra'i, Kepala Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung mengaku akan melakukan peneguran terhadap pihak pabrik yang memproduksi biji plastik tersebut.

Kata Madra'i, sejak dirinya menjabat sebagai Kades, tidak pernah mengetahui soal kelengakapan perizinan perusahaan tersebut meski berada tidak jauh dari kantornya.

"Kabarnya sih itu pabrik plastik, tapi soal perizinan saya tidak tahu. Dengan pihak perusahaan dan manajemennya pun saya tidak tahu, memang sampai saat ini belum ada warga yang datang ke saya mapun ke kantor mengadukan hal tersebut. Tapi pemerintah desa akan melakukan peneguran saol adanya keluhan kebisingan dari aktivitas pabrik itu," tegas Madra'i.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, TitikNOL belum melakukan konfirmasi kepada pihak pabrik biji plastik PT. EMM itu. (Gun/TN1)

Komentar