BAYAH, TitikNOL – Pesatnya pembangunan di Kabupaten Lebak bagian selatan, tepatnya di Kecamatan Bayah, pasca berdirinya pabrik semen, berdampak semakin menjamurnya warung remang-remang dan tempat karaoke.
Seperti yang terlihat di salah satu tempat karaoke Super Star, yang berlokasi di kawasan wisata Pantai Pulomanuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Sejak satu tahun lalu, tempat karaoke ini beroperasi secara bebas.
Pantauan wartawan di lokasi, setiap malamnya tempat karaoke satu-satunya di kawasan wisata ini, selalu ramai dikunjungi tamu yang ingin mencari hiburan malam di kawasan tersebut. Bahkan, tempat inipun menjual secara bebas minuman keras kepada pengunjung.
Tidak hanya itu saja, wartawan pun mencoba menginvestigasi mengenai waktu operasional karaoke ini. Nyatanya, hingga pukul 03.00 WIB, tempat karaoke ini masih buka dan tetap dikunjungi tamu.
Tidak hanya minuman keras, tempat inipun diduga kerap dijadikan transaksi esek-esek oleh pria hidung belang. Wajar saja, karena di tempat ini pengunjung disediakan wanita berpakaian seksi yang siap melayani tamu yang datang.
Kondisi inipun disayangkan Diki Fahrizal, selaku aktivis pemuda di Lebak Selatan. Menurutnya, keagamisan Kecamatan Bayah menjadi memudar seiring dengan bebas beroperasinya tempat karaoke itu.
Terlebih, dirinya juga melihat bahwa adanya pembiaran dari aparatur pemerintah dan aparat keamanan setempat. Buktinya, kendati minuman keras bebas dijual di tempat ini, namun tetap dibiarkan.
“Kami menduga adanya pembiaran yang dilakukan oleh aparat pemerintah setempat. Buktinya, karaoke ini tetap beroperasi,” ujar pemuda yang akrab disapa Rizal ini saat diwawancarai TitikNOL, Rabu (27/4/2016).
Dirinya pun mengaku dalam waktu dekat akan mengajak sejumlah rekan aktivis di wilayahnya untuk menyikapi persoalan ini dan akan berkordinasi dengan tokoh ulama di Lebak Selatan, untuk menyikapi secara serius perihal bebasnya aktivitas tempat karaoke di lokasi itu. (Rian/red)