SERANG, TitikNOL - Aroma persaingan tidak sehat mulai nampak dalam pelaksanaan Pilkada 2017 Provinsi Banten, yang akan digelar pada Februari 2017 mendatang.
Yang terbaru, sejumlah alat peraga kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten nomor urut dua yakni Rano Karno-Embay Mulya Syarif, yang dipasang Komisi Pemilihan Umum (KPU) di beberapa lokasi, di rusak oleh orang tidak dikenal.
Informasi yang diperoleh dari tim pemenangan Rano-Embay, aksi perusakan alat peraga jenis spanduk itu banyak terjadi di Kota dan Kabupaten Serang.
Menanggapi hal tersebut, relawan Rano-Embay yang tergabung dalam Satgas Banten Kesti TTKKDH Suharmin Tobri, menyampaikan kecaman keras pada pihak-pihak yang tidak siap bersaing secara sehat.
Suharmin Tobri selaku sesepuh sekaligus juru bicara Satgas Banten Kesti TTKKDH menduga, ada pihak yang panik dan takut kalah dalam kontestasi menuju Banten satu.
Dirinya selaku Satgas Banten secara terbuka mengingatkan, agar semua pihak menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
"Kalau sampai ada yang memancing di air keruh, Satgas Banten siap bergerak dan menghadapi mereka. Satgas Banten siap membantu dan bekerja sama dengan kepolisian dan aparat keamanan lainnya untuk memastikan keamanan di Banten tetap terkendali," ujarnya.
Sementara itu, Mayjen TNI (Pur) Tubagus Hasanudin selaku Ketua Tim Pemenangan Internal PDI Perjuangan, ikut menyayangkan aksi curang yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.
Tubagus Hasanudin yang saat ini duduk di jajaran pimpinan Komisi Keamanan dan Pertahanan DPR R, meminta kepada seluruh aparat keamanan untuk memburu pihak-pihak yang melakukan provokasi dan aksi curang di ajang Pilkada.
"Mari kita bersaing secara sehat. Gunakan otak dan nurani yang waras dalam menyusun strategi pemenangan. Jangan gunakan cara-cara preman seperti masa lalu. Saya meminta seluruh aparat keamanan bekerja secara profesional. Tangkap orang yang mencoba-coba melakukan provokasi dan mengganggu keamanan di Banten. Buru hingga ke aktor intelektualnya!," tegasnya.
Sementara itu, Rano Karno meminta agar penyelenggaraan Pemilu dilakukan dalam suasana riang.
"Tidak usah sampai ada ketegangan. Jangan pancing terjadinya konflik horisontal. Jangan korbankan rakyat hanya demi kepentingan politik jangka pendek. Mari libatkan masyarakat untuk bersaing dengan cara-cara terhormat dan beradab, bukan dengan cara-cara yang primitif dan barbar," ujar Rano.
Rano juga menyampaikan ajakan kepada para pendukungnya, untuk tidak asal menang. Rano tak ingin menang dengan menghalalkan segala cara karena menurutnya kemenangan itu harus diraih dengan cara yang benar.
"Kesantunan dan dialog harus lebih diutamakan sebagai bagian penting dari pendidikan politik dan saling menghormati," pungkasnya. (Red)