JAKARTA, TitikNOL - Bakal calon Wakil Gubernur Banten Embay Mulya Syarif, merupakan sosok pendiri provinsi tanah jawara yang berada di ujung pulau Jawa bagian barat.
Embay merasa bertanggung jawab terhadap nasib dan kondisi provinsi Banten saat ini yang sudah jauh dari cita-cita berdirinya provinsi Banten.
Untuk itu, ia menegaskan akan membantu Gubernur Banten petahana Rano Karno agar mewujudkan Banten sebagai provinsi sesuai dengan cita-cita awal berdirinya.
Saat ditemui TitikNOL, Embay membeberkan harapan-harapannya agar Banten menjadi provinsi yang layak bagi masyarakat.
Berikut kutipan wawancara TitikNOL dengan Embay pada Selasa malam (4/10/2016) di Jakarta.
Alasan anda mendampingi pak Rano Karno sebagai Cawagub Banten apa?
Saya ikut bertanggung jawab ya, saya salah satu seorang yang mendirikan provinsi Banten. Sekarang kita lihat sudah jauh dari khittoh cita-cita perjuangan pendirian Banten. Banten yang dulu sangat disegani, sangat dihromati setelah lima belas tahun menjadi provinsi tahun ketiga belas itu nama Banten seperti dilecehkan. Identik dengan korupsi, identik dengan narkoba, bermacam-macam yang sangat memalukan.
Lalu visi-misi, agar mewujudkan itu bagaimana?
Tentu saja saya membantu pak Rano sebagai cawagub agar kedepannya provinsi Banten on the track lagi, membenahi birokrasi, semua program pemerintah harus pro terhadap rakyat. Kemudian dana-dana yang dikorupsi bukan main itu, kita akan prioritaskan pembangunan infrasktrur, jembatan, pengairan dan juga harus mewujudkan ketahanan pangan, kesehatan dan pendidkan. Kita ga mau lagi sekolah yang kaya kandang kambing, mau ambruk, tidak ada lagi jembatan putus.
Korupsi ini kan sudah melekat di nama Banten, bagaimana menghilangkan korupsi?
Mudah-mudahan korupsi juga hilang, karena KPK kan sudah stand by disana. Pemerintah dibawah kepemimpinan pak Rano sudah melakukan kerjasama dengan KPK, sekarang sudah keliatan hasilnya kan yang dulunya laporan BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) disclaimer sekarang sudah WDP (Wajar Dengan Pengecualian).
Pandangan bapak mengenai Dinasti politik?
Kalau dinasti politik kan tidak ada yg dilanggar ya, tetapi disana ada azas kepatutan. Patut kah? Yang dilanggar ini kan melakukan korupsi, jadi tidak ada lagi korupsi-korupsi harus bersih. Dan juga harus melakukan koordinasi dan kerja sama yang baik terhadap seluruh pemerintahan di Banten. (Bara/Rif)