Jelang Pilwakot Serang 2018

Hasil Survei Fisip Untirta, Popularitas Vera Tinggi tapi Elektabilitas Rendah

Tim peneliti laboratorium Ilmu Pemerintahan Fisip Untirta saat merilis hasil survei popularitas dan elektabilitas Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang. (Foto: TitikNOL)
Tim peneliti laboratorium Ilmu Pemerintahan Fisip Untirta saat merilis hasil survei popularitas dan elektabilitas Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Tim peneliti laboratorium Ilmu Pemerintahan Fisip Untirta, merilis hasil survei popularitas dan elektabilitas Bakal Calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang 2018-2023.

Dari hasil rilis itu, nama Vera Nurlaela Jaman menempati posisi puncak untuk tingkat populatiras. Namun angka tersebut berbanding terbalik dengan angka elektabilitasnya.

Berdasarkan hasil survei popularitas diurutan pertama, Vera Nurlaela Jaman 15,6 persen, Nuraeni 13,1 persen, Ayib Najib (Duce) 8,3 persen dan diurutan ke empat Ranta Soeharta 7,0 persen.

Sementara untuk hasil elektabilitas, nama Nuraeni diurutan pertama dengan 25,7 persen, disusul Vera Nurlaela Jaman 15,5 persen, Ranta Soeharta 10,8 persen dan Wahyu Papat 8,8 persen.

Dikatakan Tim peneliti Anis Fuad, survei dilakukan pada 25 Agustus sampai 5 September 2017, dengan melibatkan 600 responden di enam kecamatan di Kota Serang.

"Kita lakukan di enam kecamatan, Cipocok Jaya 90 responden, Curug 52 responden, Kasemen 90 responden, Serang 204 responden, Taktakan 78 persen dan Walantaka 81 persen," kata Anis ditemui di Gedung Fisip Untirta, Kota Serang, Senin (18/9/2017).

Hasil survei pun dilakukan secara face to face, kepada responden secara langsung yang memiliki hak pilih dimana rata-rata usia dewasa.

"Koresponden asli 90 persen karena 10 persen koresponden pengganti, karena ada beberapa yang menolak diwawancara," ungkapnya.

Tim peneliti juga kembali menelepon 20 persen koresponden, untuk memastikan kembali apakah tim peneliti benar melakukan wawancara.

"Hasil ini sudah kita lakukan pengecekan kembali juga melalui telepon kepada responden, memastikan apakah memang ada tim kita yang mewancarai dan hasilnya benar," pungkasnya. (Gat/red)

Komentar