Sabtu, 5 April 2025

Klarifikasi Lakukan Politik Uang, Tim Kuasa Hukum Rano-Embay Datangi Bawaslu

Tim kuasa hukum calon Gubernur Banten petahana Rano Karno, saat mendatangi Bawaslu Banten. (Foto: TitikNOL)
Tim kuasa hukum calon Gubernur Banten petahana Rano Karno, saat mendatangi Bawaslu Banten. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Tim kuasa hukum calon Gubernur Banten petahana Rano Karno, mendatangi Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten, Sabtu (26/11/2016) kemarin.

Kedatangan tim kuasa hukum itu, untuk mengklarifikasi dugaan money politik yang sempat dituduhkan kepada Rano Karno, oleh tim kuasa hukum calon Gubernur Banten lainnya Wahidin Halim.

Ditemui di Bawaslu, Astiruddin Purba, salah satu perwakilan tim kuasa hukun Rano-Embay, mengaku membawa serta orang tua Siti Fadilah, untuk mengklarifikasi ke Bawaslu jika Rano Karno tidak melakukan politik uang.

Baca juga: Diam-diam Punya Anak Angkat, Rano: Saya Masih Diberikan Kesempatan untuk Berbagi

"Kami memandang ada yang perlu diklraifikasi, makanya kehadiran orang tua Siti hadir biar jernih dan terbuka," kata Astiruddin Purba.

Purba pun sangat menyayangkan tudingan tersebut karena dipolitisasi oleh segelintir orang yang juga lawan politik di Pilkada Banten.

"Kita menyayangkan seolah-olah kejadian ini ke ranah Pemilu. Ini kan soal kemanusiaan. Dan adanya tuduhan ini kan dipolitisasi saya rasa masyarakatnya lebih pintar lah melihat," ungkapnya.

"Tak elok menurut saya, karena bagaimanapun jangan sampai merusak demokrasi dengan mengkaitkan hubungan kemanusiaan menjadi politik," lanjutnya.

Sementara itu Wahdi, orang tua kandung Siti yang datang bersama tim kuasa hukum Rano-Embay, mengaku kecewa terkait tudingan tersebut.

Wahdi bahkan siap bersumpah di Bawaslu Banten, jika Rano Karno tidak pernah mengajak atau meminta Wahdi untuk memilih pasangan nomor urut dua di Pilgub Banten 2017.

"Sama sekali tidak ada harus milih (Rano) saya tidak, Pak Rano tulus. Demi Allah beliau tidak pernah ngajak," tegasnya.

Ia pun mengatakan, jika Rano Karno adalah sosok orang baik dan tulus membantu.

"Bahkan stafnya dua hari sekali nengokin anak saya, melihat segelintir orang yang menilai itu saya rasa tidak benar, beliau (Rano) orang tulus. Saya heran aja kebaikan orang ko dibalas gini, bapak Rano niat tulus menolong saya,"tukasnya.

Sebelumnya, kunjungan Rano Karno ke Siti Fadilah di rumah sakit, berbuah laporan oleh tim kuasa hukum Wahidin Halim-Andika Hazrumy ke Bawaslu.

Rano Karno dituding melakukan politik uang, karena dalam kunjungan tersebut Rano Karno memberikan uang untuk biaya kebutuhan orang tua Siti Fadilah, selama menjaga anaknya menjalani perawatan.

Namun belakangan terungkap, jika Siti Fadilah telah diangkat menjadi anak oleh Rano Karno. Kunjungan Rano Karno ke rumah sakit pun dalam rangka mengunjungi anak angkatnya. (Meghat/red)

Komentar