Kamis, 3 April 2025

Megawati 'Mesra' dengan Rano-Mulya, Saat Ziarah ke Makam Bung Karno

Pasangan Cagub dan Cawagub Rano-Mulya saat berfoto bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri di dalam pesawat. (Foto: TitikNOL)
Pasangan Cagub dan Cawagub Rano-Mulya saat berfoto bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri di dalam pesawat. (Foto: TitikNOL)

TitikNOL - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Rano Karno dan Embay Mulya Syarif, terlihat 'mesra' dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, saat berada di pesawat disela acara ziarah ke makam Presiden pertama RI Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Senin (10/10/2016).

Pasangan calon ini menunjukan kedekatan mereka dengan Ketua Umum PDIP, melalui beberapa frame foto yang diambil dalam pesawat.

Selain mengajak Rano Karno dan Embay Mulya Syarif, Megawati juga mengajak pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot serta beberapa calon lainnya yang diusung PDIP.

Dikatakan Rano Karno, ziarah ke makam Bung Karno sebagai upaya untuk mengingatkan kembali dan menghidupkan semangat kejuangan yang pernah ditempuh para pendiri republik.

"Perjalanan kita sebagai bangsa tidak boleh sekali-kali melupakan jejak yang pernah ditempuh oleh para pendahulu kita. Kita mengais pelajaran dari proklamator kita yang tak pernah lelah memikirkan nasib bangsanya hingga akhir hayat. Musuh kita di hari ini tentu berbeda dari masa yang lalu. Hari-hari ini kita berjuang keras untuk mengatasi kemiskinan dan kebodohan. Politik harus dimaknai sebagai panggilan dan pengabdian, sebagaimana Bung Karno telah wariskan kepada kita sebagai hikmah dan pelajaran," beber Rano Karno.

Pun dengan Embay Mulya Syarif. Menurutnya, ziarah memiliki dua ibrah yang bisa petik. Pertama, ziarah mengingatkan pada kematian, sepeeri yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan berziarah kubur bukan untuk meminta-minta, melainkan untuk menimba pelajaran bahwa setiap yang hidup pasti menjumpai kematian.

"Kedua, ziarah kubur mewariskan kepada kita pengetahuan tentang ingatan. Ingin seperti apa kita dikenang setelah kematian? Maka, cara terbaik untuk mengisi hidup adalah dengan memberi manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Hal itulah yang telah dilakukan oleh Bung Karno pada bangsa ini. Beliau adalah proklamator yang tak tergantikan. Cita-citanya tinggi dalam membentuk masyarakat yang sejahtera. Ziarah ini bagi saya adalah semacam tapak tilas dalam melanjutkan perjuangan Bung Karno untuk mengabdi pada rakyat Banten dan bangsa Indonesia," tukas Embay. (Red)

Komentar