TitikNOL - Film dokumenter karya Alex Gibney yang baru menjelajah masa depan perang dunia maya, termasuk virus yang bisa meretas komputer dalam keadaan offline.
Tapi apakah materi ini memang patut dibuat film?
Dalam film dokumenter Alex Gibney’s terbaru, Zero Days, salah satu orang yang diwawancara mengingatkan kita pada bagaimana rasanya berada dalam film James Bond.
Film dokumenter ini berirama cepat dan menegangkan, melibatkan spionase dan operasi rahasia serta serbuan diam-diam ke fasilitas nuklir serta kemungkinan bahaya kehancuran dunia.
Yang kurang adalah seorang tokoh pahlawan yang meyakinkan dan penuh gaya seperti James Bond.
Zero Days malahan mirip dengan adegan dalam film Skyfall ketika tokoh Q berkata kepada 007 bahwa ia bisa menghasilkan kerusakan dengan laptop sebelum minum secangkir teh Earl Grey di pagi hari daripada kerusakan yang dihasilkan oleh Bond dalam setahun.
Agen rahasia dengan pistol dan bom yang disembunyikan dalam pena sekarang sudah jadi drama sejarah, tampaknya. Kini peralatan mata-mata adalah program komputer penyusup seperti malware worms, Programmable Logic Controllers, maka jika Anda menonton Zero Days bersiaplah dengan segudang jargon teknologi.
Namun Alex Gibney, sutradara film dokumenter Going Clear, We Steal Secrets dan Taxi to the Dark Side (yang meraih Piala Oscar), sekali lagi mengambil topik yang berpeluang untuk membingungkan dan menyusunnya menjadi sebuah cerita yang jelas dan menarik, bahkan bagi seorang yang gagap teknologi informasi seperti saya bisa mengikuti dengan baik.
Seperti biasa, Gibney dibantu oleh serombongan nara sumber yang bicara panjang lebar, dua di antaranya adalah spesialis keamanan online terbaik Amerika, Eric Chien dan Liam O’Murchu.
Pada tahun 2010, pelanggan mereka di Belarus bertanya tentang virus yang ada di komputernya. Ketika kedua orang ini memeriksanya mereka belum pernah melihat virus seperti ini sebelumnya.
Misalnya, tujuan virus itu tidak jelas. Selain itu, virus itu terlalu canggih jika didesain oleh para aktivis dunia internet atau sekadar pencuri identitas.
Menangkap bug
Virus ini tampaknya bisa hinggap ke segala komputer di dunia, bahkan ketika tidak tersambung ke internet. Pentingnya, virus itu mengandung beberapa “zero day exploits” yang artinya (kira-kira) bahwa virus ini bisa menjalankan misi tersembunyinya itu tanpa adanya peringatan atau pengiriman sinyal dari luar.
Gibney harus mengandalkan pada penggambaran cyber-thriller tradisional di sini, layar yang dipenuhi oleh orang-orang, segelondong kabel serta kilasan-kilasan cahaya, tapi tetap saja penggambarannya seru.
Dan ini bahkan lebih menegangkan lagi ketika Chien dan O’Murchu menemukan bahwa virus itu, yang mereka namai Stuxnet, ternyata menargetkan fasiitas pengayaan uranium di Iran! Tentu saja, menurut mereka, pemerintah Amerika dan Israel pasti ada di balik virus ini.
Namun apakah ini artinya Stuxnet adalah senjata yang dipakai dalam peperangan?
Tak adil pada film Zero Days jika dikatakan di sini kemana cerita mengarah, sekalipun hampir seluruh materi cerita itu sudah diterbitkan di tempat lain.
Namun Gibney melakukan pekerjaan yang sempurna, tak hanya dengan menguraikan kasus seperti seorang detektif tapi juga melebarkan pandangan dengan memasukkan politik global, presiden Amerika mulai dari Nixon hingga Obama, dan banyak sekali dinas rahasia lain sehingga mungkin Anda perlu komputer untuk menghitung seluruh jumlah mereka dalam film ini.
Tak mengejutkan bagi sebuah film tentang teknologi informasi jika tak perlu ada unsur manusia untuk membuat film ini menjadi sangat menegangkan.
Asal-usul Stuxnet masih sangat dirahasiakan, dan tak ada seorang pun perancangnya yang mau bicara mengenai virus ini.
Film ini juga agak kendor di setengah jam terakhir ketika Chien dan O’Murchu berkurang porsinya untuk memberi kesempatan kepada para akademisi menjelaskan bagian dalam perang dunia maya yang selama ini belum pernah dipetakan.
Namun masih cukup mengerikan mendengar bahwa virus komputer sekarang ini bisa menyebabkan “kerusakan fisik yang nyata” dalam skala yang dulu oleh para ahli dianggap sebagai guyonan ala Hollywood belaka. Dan Gibney sukses memperlihatkan kepada penonton konsekuensi terjauh yang mungkin bisa diakibatkan oleh Stuxnet.
Film ini cukup untuk membuat kita merasa rindu pada saat-saat ketika kita hanya merasa perlu khawatir pada pistol dan bom yang disembunyikan di dalam pena.
Sumber: www.bbc.com