Pipa Kimia Meledak, Ini Kata PT Dover Chemical

Manager HR dan GA PT Dover Chemical Dade Suparna saat memberikan keteranngan terkait meledaknya pipa gas milik perusahaan kimia tersebutManager HR dan GA PT Dover Chemical Dade Suparna saat memberikan keteranngan terkait meledaknya pipa gas milik perusahaan kimia tersebut

CILEGON, TitikNOL - Pipa kimia  dalam tanah yang meledak di lingkungan Gerem Raya RT 03 RW 0, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon ternyata  milik PT Dover Chemical yang lokasinya tidak jauh dari titik ledakan .

Manager HR dan GA PT Dover Chemical, Dade Suparna yang dikonfirmasi awak media mengakui jika  pipa yang meledak itu milik PT Dover Chemical, namun dirinya membantah akibat  ledakan tersebut telah  mengeluarkan bahan kimia berbahaya. "Sampai sekarang kami belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab meledaknya pipa itu," katanya saat ditemui wartawan dikantornya kemarin.

Ia menjelaskan, saat insiden ledakan  terjadi, pihaknya sedang melakukan upaya pembersihan dan pemeliharaan pipa dari sisa bahan kimia yang baru disuplai dari Depot A ke Depot B PT Dover Chemical.

"Jadi saat proses pembersihan berlangsung, kami  tidak mengetahui bahwa  satu dari empat  pipa yang ada mengalami ternyata mengalami kebocoran. Tapi yang jelas  tidak ada material yang kita supply dari Depot A ke depot B ketika ledakan terjadi," jelasnya.

"Pokoknya semburan air yang keluar saat ledakan terjadi bukan bahan kimia,karena saat ada kebocoran, gas itu keluar dan menekan dan mendorong tanah keatas.Mungkin tanah yang ada disitu ( lokasi ledakan )  mengandung air," sambungnya

Menurut Dade,masyarakat tidak perlu kwatir timbul hal-hal lain dikemudian hari akibat dampak ledakan tersebut..

“Kita memastikan, bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat. Saat ini, tim kami bersama tim safety turun kelapangan untuk melakukan perbaikan, dan penggantian pipa akan segera kita lakukan sesuai dengan SOP,” Terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkunga Hidup (BLH) Kota Cilegon, Epud Saefudin yang dikonfrimasi mengatakan, pihaknya kini telah  menurunkan tim untuk melakukan investigasi. "Kita belum bisa memastikan apakah mengandung gas beracun atau tidak ,karena saat ini masih terus dilakukan investigasi," Ungkapnya singkat. (Ar/red)

Komentar