138 Koperasi di Kota Cilegon Tidak Aktif, Ini Penyebabnya

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Kecil Kota Cilegon,Tatang Muftadi saat meninjau pameran UMKM dalam HUT Koperasi ke-70 tingkat Kota Cilegon di Krakatau Junction. (Foto: TitikNOL)Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Kecil Kota Cilegon,Tatang Muftadi saat meninjau pameran UMKM dalam HUT Koperasi ke-70 tingkat Kota Cilegon di Krakatau Junction. (Foto: TitikNOL)

CILEGON, TitikNOL - Sebanyak 138 koperasi usaha mikro dan kecil di Kota Cilegon dinyatakan tidak aktif. Dikatakan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Kecil Kota Cilegon Tatang Muftadi, banyak faktor yang membuat koperasi itu tidak aktif.

"Dari 522 koperasi, 138 kurang sehat atau bisa dikatakan tidak aktif. Faktornya karena anggota tidak aktif, kegiatannya tidak aktif. Makanya perizinan koperasi sangat hati-hati karena jangan sampai muncul koperasi musiman misalnya, ada Pilkada muncul koperasi," kata Tatang disela acara "Gebyar Koperasi dan UMKM " HUT Koperasi ke-70, yang digelar di Krakatau Junction, Jumat (3/11/2017).

Menurut Tatang, pihaknya tidak akan membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif, melainkan akan dilakukan pembinaan supaya sehat.

"Yang tidak aktif ini bukan dibubarkan, tapi akan terus kita bina supaya sehat atau aktif kembali,"lanjutnya.

Tatang menambahkan, pihaknya kini sedang konsen pada koperasi-koperasi yang betul-betul di dalamnya sesuai dengan amanat Undang Undang nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian.

"Kita saat ini sedang konsen membina koperasi yang sesuai dengan Undang Undang demi untuk mensejahterakan anggotanya, bukan hanya seremonial saja," ujarnya.

Menurut Tatang, koperasi itu tidak bisa dipisahkan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Perlu saya jelaskan bahwa di dalam koperasi itu pasti ada UMKM, tapi di UMKM belum tentu ada koperasi," terangnya.

Untuk mendukung UMKM, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Kecil Kota Cilegon akan membentuk rumah kreatif dan rumah binaan.

"Percuma kalau nanti produknya besar, sedangkan pemasarannya kurang. Kan bisa jadi gulung tikar. Maka dengan itu kita saat ini tengah konsen membentuk rumah kreatif dan rumah binaan dengan tujuan untuk membantu pemasaran," tukasnya.

Ditanya penyebab ratusan koperasi itu tidak aktif, Tatang menjelaskan, mayoritas koperasi tersebut hanya mengendalkan simpan pinjam.

"Penyebabnya adalah karena simpan pinjam saja dan tidak mengembangkan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM)," kata Tatang. (Ardi/red)

Komentar