Dispar Serius Genjot Pariwisata Banten

Ilustrasi wisata Banten. (Dok: net)
Ilustrasi wisata Banten. (Dok: net)

SERANG, TitikNOL - Dinas Pariwisata Provinsi Banten makin serius menggenjot potensi pariwisata di Provinsi Banten melalui promosi yang di berbagai lini. Mulai lewat media cetak, media sosial, website, hingga lewat event rutin dinas Pariwisata.

Promosi pesona wisata Banten penting dilakukan untuk mengenalkan potensi wisata di Banten yang memiliki keragaman wisata dan budaya, mulaidari wisata alam, budaya, kuliner, agro wisata, museum, perhotelan dan industri kreatif.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Banten, sebanyak 204 Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) berada di Banten dengan rincian 84 objek wisata alam, 34 wisata sejarah dan budaya, 24 wisata buatan, sembilan objek wisata living culture dan 48 wisata atraksi kesenian. Keragaman potensi tersebut tidak akan ‘tersentuh’ oleh wisatawan apabila promosi wisata tidak gencar dilakukan.

“Rumus penting promosi diantaranya branding, pengiklanan, dan penjualan. Banten sudah memiliki branding dengan Exciting Bantennya, tinggal strategi pengiklanan yang perlu digenjot melalui media massa, media sosial, chanel youtube. Tanpa promosi yang massif, kita bisa tertinggal,” kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar RI Dadang Rizki Ratman saat menjadi pembicara pada Forum Forum Rencana Kerja Dinas Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2017, Rabu (22/2/2017), di Kota Tangerang.

Baca juga: DPRD Sebut Promosi Wisata Banten Belum ‘Greget'

Menurut Dadang, Banten memiliki potensi yang bisa dijual sebut saja Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sawarna, Taman Nasional Ujung Kulon, Pantai Anyer dan Arung Jeram Sungai Ciberang.

“Kita bisa menjual pariwisata kita melalui kegiatan yang diselenggarakan pemerintah seperti kegiatan Festival Tanjung Lesung (FTL) dan Banten Beach Festival (BBC),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengungkapkan, melalui forum rencana kerja Dinas Pariwisata, pihaknya akan memetakan potensi sektor pariwisata di Banten, termasuk sektor lain yang berkaitan dengan peningkatan pariwisata seperti perhotelan, agen perjalanan, pelaku usaha kreatif dan UKM.

"Promosi destinasi wisata penting dilakukan secara kontinyu. Akan kita lakukan itu melalui media massa, website, dan media sosial," ujarnya.

Sedianya, dalam setahun terdapat 18 even unggulan yang berlangsung di Banten seperti Panjang Mulud, Cilegon Etnic Carnaval, Seba Baduy, Hari Jadi Pandeglang, Festival Kuliner dan Cinderamata, Festival Museum dan Religi Banten, Festival Cisadane, Seren Taun, Pemilihan Duta Wisata, dan kegiatan promosi wisata lainnya.

Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, capaian indikator makro sektor pariwisata terhadap kemiskinan mencapai 5,42 persen dari target 4,9 persen di tahun 2016 lalu. Sementara itu, kontribusi pada PDB Nasional di tahun 2017 mencapai 13 persen dan mampu menyerap tenaga kerja 12,4 persen tenaga kerja.

“Artinya, bidang pariwisata juga memiliki dampak signifikan dalam mengurangi angka pengangguran," katanya.

Untuk meningkatkan pariwisata di Banten, selain melakukan sinergi dengan stakeholder terkait, Dispar akan melakukan strategi peningkatkan sektor pariwisata melalui peningkatan sumber daya manusia, sarana prasarana, mitra strategis, teknologi, metode pengembangan sdm, destinasi wisata, pengembangan industri dan pemasaran produk pariwisata. “Kita ingin kegiatan ekonomi kreatif juga ikut tumbuh,” ungkapnya. (Gat/Rif)

Komentar