Kepala Bappeda Banten Beda Pendapat dengan Kepala ULP Soal Gagal Lelang Rp300 M

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP), Maman Suratman. (Foto:TitikNol)
Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP), Maman Suratman. (Foto:TitikNol)

SERANG, TitikNOL- Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, Maman Suratman, angkat bicara mengenai potensi gagal lelang yang dikabarkan mencapai Rp300 miliar di tahun ini.

Menurut Maman, proyek-proyek yang lelang ulang nilainya tidak sampai Rp300 miliar.

"Melihat situasional kondisinya memang beberapa seperti itu (gagal lelang), itu karena ada beberapa perusahaan yang dianggap tidak memenuhi persyaratan, sehingga harus dilelang ulang," ujar Maman, Senin (16/5/2016).

Namun kata Maman, nilai proyek yang berpotensi gagal lelang hanya kurang dari sepuluh paket pekerjaan.

"Dan saya rasa nilainya tidak sampai Rp300 miliar ya, karena itu paling yang gagal lelang hanya 6 atau 7 paket," tukasnya.

Beberapa paket pekerjaan yang dilelang ulang atau sedang dalam proses evaluasi maupun penyampaian dokumen penawaran ulang yaitu paket proyek pembangunan ruas jalan Sempu-Cilaku Rp24,624 miliar (DBMTR), proyek normalisasi Cilemer (tahap III) di Kabupaten Lebak sebesar Rp10 miliar lebih (DSDAP), pembangunan Gedung Samsat Pandeglang sebesar Rp8 miliar.

"Kalau Cilemer dan Samsat itu lelang ulang, itu butuh 30-45 hari. Kalau sampai akhir tahun masih terkejar lah, masih bisa dikejar. Dan belum ada proyek yang dikatakan akan lelang ulang di tahun 2017," katanya.

Sementara terkait pembangunan asrama gedung BLKI Serpong, menurutnya sejauh ini dokumennya belum masuk ke ULP.

"Kalau asrama BLKI itu bagaimana mau dilelang, kan memang dokumennya belum masuk ke ULP," tukasnya. (Kuk/red)

Komentar