Komisi IV DPRD Provinsi Banten Berharap Pengembangan Kereta Api Lebih Maksimal

Komisi IV DPRD Provinsi Banten saat melakukan kunjungan kerja ke PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di Bandung, Jumat (5/1/2018).
Komisi IV DPRD Provinsi Banten saat melakukan kunjungan kerja ke PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di Bandung, Jumat (5/1/2018).

SERANG, TitikNOL - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) berencana membangun stasiun baru di Cilegon pada tahun ini. Rencana pembangunan stasiun baru tersebut antara Stasiun Merak- Stasiun Krenceng.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Thoni Fathoni Mukson mengatakan, berdasarkan keterangan dari PT KAI pada saat Komisi IV melakukan kunjungan kerja di Bandung, Jumat (5/1/2018), rencana pembangunan kedua stasiun baru ini sudah dilakukan MoU yang dilakukan PT KAI dengan PT Buana Centra Swakarsa (PT BCS) tentang rencana angkutan peti kemas dan multikomoditi relasi Krenceng-Merak pada tanggal 03 Maret 2017.

"Operasional stasiunnya untuk melayani angkutan barang milik PT BCS, jarak stasiun PT BCS sekitar 4,3 KM dari stasiun Krenceng,"kata Thoni.

Selain itu, PT KAI juga merencanakan konektivitas jalur kereta api Stasiun Cigading-Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera. Perencanaanya sudah dilakukan MoU antara PT KAI (Persero) dengan PT Krakatau Steel tentang kerjasama pengembangan prasarana dan sarana perkeretaapian pada tanggal 28 September 2017.

"Produktivitas bongkar muat pelabuhan Krakatau Bandar Samudera, yaitu 18 juta ton/tahun dengan komoditi meliputi jagung, soil bean milk, kedelai, pupuk, batubara, biji besi, silika dan gamping,"ujarnya.

Selanjutnya, PT KAI melakukan pengembangan Stasiun Cisauk Tangerang yang merupakan proyek kerjasama antara PT KAI dengan PT BSD dan ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2018.

"Kapasitas stasiun 10.000 penumpang/hari, yang terhubung dengan terminal terpadu di Wilayah BSD,"tambahnya.

Mengenai reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung - Labuan, Thoni menjelaskan, bahwa hal ini merupakan kebijakan Pemerintah Daerah dan Kementerian Perhubungan. Sedangkan keberadaan PT KAI hanya sebagai pihak ketiga, dan sudah menyatakan siap membantu selaku operator.

"Kami berharap agar pengembangan perkeretaapian di Provinsi Banten lebih dimaksimalkan, karena Provinsi Banten mempunyai kawasan industri yang memerlukan sarana transportasi untuk mengangkut hasil produksinya dalam jumlah besar,"harapnya. (Red)

Komentar