SERANG, TitikNOL - Wakil Ketua DPRD Banten Adde Rosi Khoerunnisa menilai pendidikan belum optimal menekan angka pengangguran di Provinsi Banten. Menurutnya, secara kuantitas, pendidikan di Banten sudah membaik, namun perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah dalam meningkatkan sisi kualitasnya.
"Kualitas yang dimaksud itu bagaimana proses pendidikan bisa melahirkan generasi bangsa yang kompeten, serta bermanfaat di masyarakat," ujar wanita yang akrab disapa Aci itu, Kamis (6/10/2016)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, angka pengangguran didominasi oleh lulusan sekolah menengah. Menurutnya, pengangguran menjadi masalah dalam perekonomian karena produktivitas dan pendapatan masyarakat berkurang. Kemudian menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lain.
"Pengangguran yang berkepanjangan dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial, sehingga mengganggu proses pembangunan," ujarnya.
Solusi kedepan, lanjutnya, Provinsi Banten membutuhkan sebuah perguruan tinggi khusus yang terkoneksi terhadap kebutuhan lapangan kerja di Banten.
"Saya menggagas bagaimana ke depan, mendirikan Banten Corporate University (BCU). Jika universitas pada umumnya mencetak lulusan disiplin keilmuan tertentu, BCU ini mencetak para leader yang tangguh yang akan diintegrasikan dalam proses internal perusahaan sebagai nilai tambah untuk bertahan, tumbuh dan berkesinambungan," ucapnya.
Setiap perusahaan besar dan menengah di Banten juga bisa bekerja sama dengan BCU untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas. “Menyiapkan kurikulum bersama sesuai dengan kebutuhan perusahaan," tukasnya. (Kuk/Rif)