SMA/SMK Dilimpahkan, Pemprov Banten Pikul Beban Berat Tahun Depan

Ilustrasi SMA. (Dok: sindonews)
Ilustrasi SMA. (Dok: sindonews)

SERANG, TitikNOL - Sekda Banten Ranta Soeharta menyebut Pemprov Banten akan memikul beban berat pada 2017 mendatang. Beban yang dimaksud yaitu jumlah pegawai yang mencapai 20 ribu, menyusul pelimpahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari kabupaten/kota.

"Total nanti ada sekitar 20.000 pegawai menjadi pegawai Pemprov di 2017, itu termasuk guru honor dan TKS. Dan itu tidak mudah mengkoordinasikannya, berat sekali," kata Ranta, Jumat (25/11/2016).

Selain soal koordinasi, menurut Sekda soal alokasi anggaran juga cukup menguras pikiran.

"Makanya anggaran pembangunan di 2017 mulai menyusut, karena konsentrasi kita mengurus guru-guru SMA/SMK yang masuk ke Provinsi Banten. Ini tidak mudah. Ini juga terjadi di seluruh provinsi," tukasnya.

Jika di tahun 2016 anggaran hanya sekitar Rp300 miliar untuk Dinas Pendidikan, di 2017 ini menjadi Rp2 triliun. "Nilai itu sama dengan anggaran Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lebak. Ini baru satu dinas loh," katanya.

Anggaran belanja di Disdik mencapai Rp800 miliar, karena ada 6.029 guru berstatus ASN yang ditarik dari kabupaten/kota ke provinsi. Sementara di 2016 belanja pegawai hanya Rp200 miliar.

"Belum guru honorer dan TKS. Itu total nanti kita tangani 20 ribu orang. Makanya kita ini masih berjalan (pembahasan APBD) harus muter otak lagi supaya semuanya bisa berjalan kan," ungkapnya. (Kuk/Rif)

Komentar