272 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Serang Terancam Kekeringan

Kasie Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Anton Eka Prasetia. (Foto: TitikNOL)
Kasie Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Anton Eka Prasetia. (Foto: TitikNOL)

SERANG, TitikNOL - Sebanyak 272 hektare wilayah di Kabupaten Serang, mengalami penurunan debit air untuk lahan pertanian hingga terindikasi kekeringan.

Kasie Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Serang Anton Eka Prasetia mengatakan, berdasarkan catatan perbulan Juni 2019, ada enam Kecamatan yang diprediksi mengalami kekeringan pada puncak musim kemarau.

"Itu ada di wilayah kecamatan Jawilan, Cikande, Pamarayan, Petir, Lebakwangi dan Cikeusal," katanya saat ditemui di Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Selasa (9/7/2019).

Menurutnya, dari ke enam Kecamatan tersebut, Cikande merupakan daerah yang paling luas terancam kekurangan air yakni 750 hektare dengan luas tambah 125 hektare dalam kategori ringan dan 16 hektare masuk kategori sedang.

"Data ini sementara petani yang masih menanam padi," ujarnya.

Sementara itu, daerah Pamarayan terancam 100 hektare dengan luas tambah 105 hektare kategori rendah. Disusul Lebakwangi 34 hektare dengan kategori ringan 1 hektare. Kemudian Jawilan 30 hektare dengan luas tambah 20 hektare kategori ringan, Petir 10 hektare dan Cikesal sebanyak 8 hektare dengan luas tambah 5 hektare kategori ringan.

Ke depannya kata Anton, pihaknya akan memberikan bantuan berupa pompa air untuk mengantisipasi daerah yang terancam mengalami gagal panen.

"Dari dua tahun kebelang memang kami selalu memberikan pompa air bagi lahan yang dekat dengan sumber air dan mengalami kekeringan," terangnya.

Disisi lain, ia menghimbau masyarakat agar menunda masa tanam dikarenakan musim kemarau akan berlangsung hingga oktober mendatang.

"Ya karena dari data BMKG cuaca panas akan mengalami puncak di Bulan Agustus, maka petani diimbau untuk menunda menanam," tukasnya. (Son/TN1)

Komentar