LEBAK, TitikNOL - Puluhan wartawan dari berbagai media di Kabupaten Lebak turun ke jalan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan mengecam terjadinya insiden kekerasan dan penghinaan yang dilakukan oleh oknum polisi dari Polres Lebak terhadap salah seorang wartawan.
Hal tersebut terjadi, saat wartawan hendak melakukan peliputan keberangkatan Jamaah Haji kloter 35 di pintu gerbang pendopo Bupati Lebak, Selasa (30/8/2016).
Dalam peristiwa tersebut, Mastur Huda seorang wartawan cetak lokal di Banten mendapat perlakuan kekerasan dan penghinaan oleh oknum polisi yang saat itu berjaga di depan pintu gerbang pendopo Bupati Lebak.
Dengan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Save Jurnalis Lebak, Kami Bukan Penjahat Pak Polisi’, puluhan wartawan melakukan longmarch dari kantor KPRI menuju Alun-alun dan kembali berputar ke kantor KPRI Rangkasbitung, Rabu (31/8/2016).
"Kami mengecam oknum polisi yang bersikap arogan, apalagi mereka sudah mengeluarkan kata-kata kotor bahkan menyeret salah seorang wartawan seperti penjahat," ujar Deden Kurniawan.
Menurutnya, wartawan bukan penjahat, akan tetapi kenapa polisi sampai melarang awak media melakukan peliputan. Padahal, Deden menjelaskan, wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi Undang-Undang.
"Kami minta oknum polisi itu diberikan sanksi tegas oleh pimpinannya, agar kedepan tidak lagi terjadi kekerasan dan penghinaan terhadap profesi wartawan," tandas Deden. (Gun/rif)