Aktivis di Lebak Kritisi Proyek Tol Serang- Panimbang

Ilustrasi pembangunan jalan jol. (Dok: Bantenraya)Ilustrasi pembangunan jalan jol. (Dok: Bantenraya)

RANGKASBITUNG, TitikNOL - Sejumlah aktivis di Kabupaten Lebak, mengkritisi proyek pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang yang berlokasi di Kecamatan Cibadak.

Mereka menilai, pelaksana pembangunan Jalan Tol Serang Panimbang tidak memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi akibat aktivitas pembangunan.

"Jalan Arif Rahman Hakim Pasarkeong sampai hancur gara-gara ada aktivitas angkutan tanah buangan dari proyek tol itu. Untunglah langsung dihentikan warga. Kendaraan besar yang tak sebanding dengan klas jalan membuat jalan langsung rusak kendati baru beberapa kendaraan tanah yang melintas," kata Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lebak, Ahmad Taufiq, Selasa (14/5/2019).

Dia pun meminta, agar warga segera melaporkan ke pihak terkait, jika ada kendaraan milik perusahaan yang kedapatan merusak fasilitas umum.

"Warga harus berani melapor ke pihak terkait bila ada mobil tanah urugan tanah over tonase melintas ke Jalan Kecamatan atau jalan desa dan Satpol PP harus tegas bila ada laporan terkait dampak yang merugikan warga dari proyek pembangunan jalan tol tersebut," tandas Topik.

Senada dikatakan Pembina Elemen Mahasiwa Banten Bersatu (Embun) Agus Ider Alamsyah. Dia mengingatkan, agar pengawasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) alat berat dan angkutan di lokasi kegiatan diperketat.

"Karena harus menggunakan BBM solar peruntukan industri. Tidak boleh menggunakan solar dari SPBU atau atau menggunakan solar ilegal. Harus solar untuk industri," tegas Agus Ider.

Sementara itu, Ketua Komunitas Aspiratif (Komunas) Lebak, menyoroti minimnya perhatian bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Wika selaku kontraktor dan PT Wika Serang Panimbang selaku pengelola jalan tol Serang-Panimbang.

Menurut dia, pelaksana proyek jalan tol itu jangan hanya mengambil keuntungan bisnis tanpa berbagi CSR ke masyarakat di wilayah Kabupaten Lebak.

Menurutnya, banyak yang bisa dibantu oleh PT Wika dan PT WSP, karena banyak kebutuhan sarana umum warga yang belum bisa dipenuhi Pemkab Lebak karena faktor keterbatasan anggaran yang dimiliki.

Selain itu, Syarif juga meminta penyerapan tenaga kerja lokal dan pengusaha lokal terus digenjot.

"Sudah ada dilibatkan warga, tapi masih harus terus ditambah," katanya.(Gun/TN1)

Komentar