Aktivis di Pandeglang Kecam Oknum KNPI yang Diduga Peras Kepsek

Ilustrasi pemerasan. (Dok: okezone)
Ilustrasi pemerasan. (Dok: okezone)

SERANG, TitikNOL - Kabar soal ditangkapnya Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pandeglang berinisial TJ atas dugaan pemerasan kepada salah satu sekolah di Pandeglang, mendapatkan reaksi dari sejumlah aktivis di Pandeglang.

Seperti yang disampaikan Gerakan Gerakan Mahasiswa Pandeglang Raya (Gempar). Melalui rilis yang diterima redaksi TitikNOL Jumat (4/8/2017) sore, Gempar mengutuk keras tindakan Ketua KNPI Pandeglang yang disebutnya melakukan pemerasan disertai ancaman terhadap sekolah Al-Ihya Saketi - Pandeglang.

Presidium Gempar Rizki Irwansyah, menyangakan ulah TJ yang dianggap mencoreng nama baik organisasi yang melingkupi kepemudaan. Rizki pun menyebut jika TJ telah melakukan penghianatan nyata sebuah nilai perjuangan.

"Ulah pemerasan seperti itu bukan saja mencederai nama organisasi pemuda. Tindakan mereka sangat bertentangan dengan nilai perjuangan dari sebuah organisasi,” ucap Rizki.

Pria biasa disapa Kiki juga menduga, aksi pemerasan disertai ancaman yang dilakukan oleh TJ bukan hanya terjadi sekali ini saja. Dirinya juga menyayangkan aksi tidak terpuji TJ dilakukan di lembaga pendidikan.

"Kami menduga aksi pemerasan yang disertai ancaman oleh oknum KNPI Pandeglang bukan saja terjadi sekali ini saja. Namun sangat disayangkan ketika aksi biadab tersebut dilakukan keranah pendidikan," tambahnya.

Lebih lanjut, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ini menyebut jika KNPI Pandeglang telah mengalami degradasi moral. Menurutnya hal itu merupakan tantangan dan pelajaran bagi pengurus baru.

"Ulah TJ selaku ketua KNPI Pandeglang membuktikan bahwa KNPI hari ini sedang mengalami kemunduran moral. Tantangan bagi Pengurus KNPI selanjutnya untuk mengembalikan marwah KNPI sebagai semestinya," tutupnya.

Seperti diketahui, Ketua KNPI Pandeglang berinisial TJ, ditangkap polisi karena diduga melakukan pemerasan kepada salah satu kepala sekolah di Pandeglang sebesar Rp15 juta. (red)

Komentar