SERANG, TitikNOL – Arab Saudi akhirnya membuka kembali kesempatan kepada jemaah yang akan melaksanakan ibadah umrah, setelah sebelumnya ditutup akibat pandemi Covid-19. Saat ini, jemaah umrah telah diperbolehkan masuk kembali ke tanah suci sejak 1 Nopember lalu.
Konsul umroh dan haji Indonesia di Saudi, Endang Jumali mengatakan, kegiatan umroh tahap pertama ini akan menjadi acuan dan percontohan keberlangsungan ibadah umroh berikutnya. Pelayanan akan terus ditingkatkan, dengan menjalin kordinasi dengan pihak terkait, baik di Arab Saudi dan Indonesia.
“Alhamdulillah umroh di masa pandemi dapat berjalan dengan baik, aman dan nyaman,” katanya melalui rilis yang dikirim ke redaksi TitikNOL, Kamis (5/11/2020).
Menurutnya, sebelum jamaah melaksanakan rukun Islam yang ke lima, akan dilakukan proses pengecekan dokumen dan kemigrasian. Setelah itu, jemaah langsung diantar menuju hotel Makkah untuk mengikuti seluruh proses protokol kesehatan.
“Kemudian dilakukan tes swab pada hari ke tiga sebagaimana prosedur yang berlaku. Sejauh ini, alhamdulillah hasil tes swab jamaah seluruhnya negatif. Selanjutnya diperkenankan untuk melaksanakan prosesi ibadah umroh dipandu oleh tim dari muasasah,” paparnya.
Terpisah, Direktur Gaido Travel & Tour Nana Sujana menambahkan, kegiatan umroh di masa pandemi dapat dilaksanakan dengan rute Madinah terlebih dahulu. Namun jika tidak memungkinkan, maka seluruh jamaah melaksanakan niat umroh pada miqot yang telah ditentukan. Mulai dari Yalamlam atau di bandara Jeddah.
“Setelah itu, bila terdapat jemaah yang memilih untuk tidak menggunakan pakaian ihram selama menjalankan protokol kesehatan di hotel Makkah, dapat menyempurnakan ibadahnya dengan membayar dam. Jamaah dapat berpakaian ihram di hotel untuk melanjutkan prosesi ibadah thawaf, sai, dan tahalul di masjidil haram,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Bina Umroh dan Haji Kementrian Agama, Arfi Hatim menyebutkan, seluruh jamaah dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik serta mematuhi seluruh regulasi yang berlaku demi terciptanya keberlangsungan ibadah umroh di masa pandemi.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar selektif dalam memilih biro perjalanan umroh yang diberikan izin resmi oleh Kementerian Agama dan tidak tergiur oleh harga murah. Sebab, dikhawatirkan hak-hak jamaah tidak dapat terpenuhi dengan baik.
“Di samping memang pada masa pandemi, terdapat penyesuaian tarif pajak di Arab Saudi, kebijakan sosial distancing baik di dalam pesawat, bis, hotel serta diwajibkan adanya asuransi perjalanan dan asuransi covid-19,” terangnya.
Ia mengungkapkan, izin akomodasi hotel di Makkah dan Madinah hanya diberikan kepada hotel berbintang 5, karena telah siap menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. Ditambah, penyediaan kamar khusus untuk isolasi mandiri.
“Maksimal dalam satu kamar hanya boleh 2 orang. Itulah yang mengakibatkan adanya kenaikan dalam penyelengaraan ibadah umrah di masa pandemi sekarang ini,” tukasnya. (Son/TN1)