Bupati Lebak : Sekolah Tolak Anak Difabel Tidak Adil

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat menemui Rofi anak difabel. (Foto: TitikNOL)Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat menemui Rofi anak difabel. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyambangi Rofi Firdhan Ilhamda (16) anak difabel yang ditolak bersekolah di SMK PGRI Rangkasbitung oleh pihak panitia PPDB di sekolah tersebut.

Kedatangan Iti Octavia Jayabaya didamping Sekda Lebak Dede Jaelani dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab ke rumah kontrakan Rofi yang tinggal bersama kedua orangtuanya di bilangan Kampung Lebak Saninten Rangkasbitung, bermaksud memberikan suport dan dukungan serta bantuan agar Rofi tetap bisa melanjutkan sekolah sesuai harapannya.

"Dia (Rofi) normal walaupun tadi itu dia ada cacat kaki kirinya, tapi dia mampu berdiri walaupun dengan satu kakinya. Maka itu kita besok akan bantu berikan tongkat agar dia bisa beraktifitas kemanapun, sekolah SMPnya juga di SMPN 1 Rangkasbitung dan dia siswa berprestasi dalam lomba ditingkat Kabupaten Lebak dan Provinsi, menurut saya tidak fair sekolah - sekolah bila menolak dia mengeyam pendidikan di sekolah yang dia tuju,"ujar Bupati Lebak, Kamis (5/6/2018) usai menyambangi Rofi dan keluarganya.

Oleh karenanya lanjut Iti, Pemda Lebak akan mendorong, dimana masih banyak segelintir orang yang memiliki kesempurnaan fisik, namun tidak mau melanjutkan sekolah. Sedangkan yang yang memiliki keterbatasan fisik masih mau melanjutkan sekolah.

"Artinya seperti Rofi itu masih bersemangat untuk meraih cita-citanya, jadi berikan kesempatan itu kepada seuluruh masyarakat yang ingin mengenyam pendidikan lebih tinggi lagi,"tandas Iti.

Disinggung soal alasan panitia PPDB di SMK PGRI Rangkasbitung menolak Rofi anak difabel masuk di sekolah tersebut dengan alasan Instansi tidak menerima kerja, hal itu kata Iti hanya pernyataan pribadi dari salah seorang panitia PPDB di SMK PGRI tersebut.

"Itu hanya alasan pribadinya, justru kita (Pemkab Lebak) datang kesini untuk mengklarifikasi itu, bahwa bila bicara pemerintah justru harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin mengenyam pendidikan ketingkat yang lebih tinggi. Jadi jangan melegitimasi pernyataan itu sebagai pernyataan pemerintah. Justru kami hadir kesini untuk mengklarifikasi" ujar Iti.

Baca juga: Ditolak Daftar Sekolah, Orangtua Anak Difabel: Saya Pulang Dengan Perasaan Sedih

Terpisah, Hadi Risyadi Kepala Sekolah SMK PGRI Rangkasbitung membantah bila SMK PGRI yang dipimpinnya menolak siswa difabel.

Menurutnya, pihaknya selalu mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat yang anaknya ingin bersekolah di SMK PRGI, dengan tidak melihat latar belakang orangtua dan anak siapapun, yang penting siswa punya semangat tinggi belajar akan di kondisikan mengikuti pembelajaran di SMK PGRI Rangkasbitung.

"Terjadinya miskomunikasi kemarin, pertama karena pendaftar membludak. Yang kedua, keinginan siswa itu ingin masuk jurusan TKJ. Sementara kuota kelas TKJ sudah penuh, maka kami sarankan masuk daftar tunggu,"ujar Hadi Risyadi diruang kerjanya.

Dijelaskan Hadi, proses daftar tunggu itu pun sampai saat ini belum resmi diumumkan, diterima atau tidaknya siswa di SMK PGRI. Karena kemarin masih dalam proses pendaftaran, bahkan nama siswa difabel itu sudah masuk di daftar tunggu dan pihak sekolah tengah berupaya menyiapkan ruang kelas bagi siswa yang masuk di daftar tunggu.

"Sekolah malah sudah menyiapkan satu lokal ruang kelas, untuk dapat mengakomodir siswa yang masuk daftar tunggu dengan fasilitas yang ada. Jadi tidak benar, jika kami menolak siswa difabel atau siapapun yang ingin bersekolah di SMK PGRI, yang penting siswa tersebut punya semangat belajar yang tinggi dan Insha Allah kami akan arahkan, kami akan bina selama tiga tahun untuk menjadi siswa yang beprestasi. Dan Rofi itu bisa masuk bersekolah disini (SMK PGRI Rangkasbitung) bersama siswa yang masuk di daftar tunggu lainnya itu,"tukas Hadi Risyadi. (Gun/TN2)

Komentar