Demo HAKI, Tiga Program Unggulan Bupati Lebak Disebut Gagal

Sejumlah pendemo membakar ban di depan pendopo Bupati Lebak, saat gelar aksi peringati HAKI. (Foto: TitikNOL)
Sejumlah pendemo membakar ban di depan pendopo Bupati Lebak, saat gelar aksi peringati HAKI. (Foto: TitikNOL)

LEBAK, TitikNOL - Puluhan massa yang tergabung dalam LSM Organisasi Rakyat Anti Koruptor (Orator) Kabupaten Lebak, menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Bupati Lebak di Jalan Abdi Negara Rangkasbitung, Sabtu (9/12/2017).

Aksi puluhan massa ini digelar dalam rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI), yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2017.

Dalam orasinya, pendemo menyebut tiga progam unggulan Bupati Lebak yakni Lebak Sehat, Lebak Cerdas dan Lebak Sejahtera gagal.

Menurut pendemo, indikator kegagalan tiga program unggulan Bupati Lebak lantaran disebabkan karena masih terjadinya dugaan korupsi pada ketiga program tersebut.

Agustian, Korlap aksi yang juga sebagai ketua Orator Kabupaten Lebak mengatakan, dirinya mengaku siap jika diundang oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya untuk memaparkan berbagai indikator kegagalan ketiga program unggulan Bupati.

Agus menjelaskan, Program Lebak sehat dinilai gagal dengan tolak ukur dugaan kasus korupsi anatara lain, Kasus korupsi Jamkesmas tahun 2008-2011 yang menghabiskan anggaran hingga Rp25 miliar, biaya persalinan yang kental akan pungutan liar kepada masyarakat pengguna BPJS.

"Biaya kesehatan yang mahal dan bagi si miskin pelayanan kesehatan tidak di manusiakan," teriak Agus dalam orasinya.

Sementara pada program Lebak sejahtera, Agus menilai gagal dengan indikator masih terjadi dugaan korupsi pada program tersebut yakni, mahalnya pengurusan KTP yang dapat mempengaruhi kesenjangan sosial bagi masyarakat, terjadinya dugaan korupsi pada program Jamsosratu pada tahun 2014, 2016 - 2017 dan dugaan terjadinya kasus korupsi pada bantuan bangunan rumah (BBR).

Pada program Lebak cerdas Agus juga menilai terjadi dengan tolak ukur korupsi seperti, maraknya perselingkuhan oleh oknum pendidik, dugaan korupsi pada pembangunan dan rehabilitasi bangunan gedung sekolah SD dan SMP, dugaan pungutan liar pada program BSM dan BOS yang diduga melibatkan oknum guru di tingkat sekolah.

"Bupati Lebak harus segera turun tangan dan kami siap diundang oleh Bupati Lebak untuk menjelaskan hal-hal mana saja yang menurut kami gagal pada tiga program unggulan itu," tandasnya.

Pantauan di lapangan, aksi puluhan massa Orator yang di mulai sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 11.45 WIB diwarnai aksi pembakaran ban bekas di depan pintu gerbang Kantor Bupati Lebak.

Puas menyampaikan aspirasinya, massa pun akhirnya membubarkan diri sambil membagi-bagikan souvenir peringatan HAKI kepada masyarakat. (Gun/red)

Komentar