Sikapi Proyek Bermasalah, Aktivis LSM Lebak Gruduk Tiga Satker Kementerian PUPR di Banten

Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat. (Dok: Detik)
Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat. (Dok: Detik)

LEBAK, TitikNOL - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung di Badan Kordinasi LSM Kabupaten Lebak, akan melakukan aksi unjuk rasa ke tiga kantor Satuan kerja (Satker) Kementerian PUPR di Provinsi Banten.

Hal itu dilakukan, lantaran program dan proyek yang ditangani oleh tiga Satker tersebut banyak bermasalah dalam pelaksanaannya.

"Benar, meskipun situasi saat ini sedang dalam masa Pandemi Covid 19, namun kami tetap berencana akan menggelar aksi unjukrasa. Kemarin, kami sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan aksinya dan ditembuskan ke masing-masing Satuan Kerja, yakni PPK Jalan Nasional Wilayah I, Satker OP SDA BBWSC3, dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten," kata Judin Sutisna, pengurus BK - LSM Lebak kepada TitikNOL di Rangkasbitung, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Dianggarkan Puluhan Miliar, Jalan Nasional di Kabupaten Rusak Lagi

Menurutnya, ada beberapa permasalahan yang cukup serius, sehingga perlu ditindaklanjuti dan akan disampaikan dalam rencana aksi unjuk rasa tersebut.

"Kegiatan di tiga Satker ini harus diawasi secara serius, karena dari tahun ketahun kami menduga pelaksanaannya hanya belum maksimal. Di antaranya dugaan ketidakberesan pada Program PISEW desa dan jota, dugaan ketidakberesan penanganan jalan nasional Wilayah I Banten dan dugaan ketidakberesan Program P3TGAI," terangnya.

Baca juga: P3-TGAI Di Lebak Disoal, Biaya Operasional dan SPJ Disebut Capai Puluhan Juta

Sementara itu, Mamik Slamet, pengurus BK LSM Lebak lainnya menegaskan, bahwa aksi demo ke tiga Satker Kementerian PUPR bakal di gelar pekan depan.

Baca juga: Program PISEW di Lebak Diduga Dipaksakan, Pelayanan Satker Permukiman Banten Dinilai Buruk

"Banyak kegiatan yang tidak jelas selama ini, 7 April 2021 yang akan datang, kami siap oncog tiga kantor Satker Kementerian PUPR Provinsi Banten," tegasnya (Gun/TN1).

Komentar