MERAK, TitikNOL - Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Wilayah 1 Serang, TNI, Polri, Bais, BNN dan Stasiun Karantina Ikan Merak, menggelar operasi gabungan di Pelabuhan Merak, Rabu (6/6/2018) malam kemarin.
Berdasarkan pantauan di lapangan, operasi patuh dilakukan di tiga titik. Tiga titik itu yakni pertigaan Gerem, pintu masuk Pelabuhan Merak dan pintu keluar Pelabuhan Merak.
Satu persatu kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatera maupun sebaliknya disetop oleh petugas gabungan untuk dilakukan pemeriksaan surat-suratnya. Tidak hanya itu, barang-barang yang ada di dalam mobil juga tidak luput dari pemeriksaan petugas.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon Raden Nurcahyo Nugroho mengatakan, dari tiga titik operasi pihaknya mendapati 35 komoditas hewan dan tumbuhan yang dokumennya tidak lengkap.
"Kami mendapati 35 kendaraan yang memuat komoditas tumbuhan dan hewan. Seharusnya mereka lapor ke karantina terkait dengan barang yang dibawa, tapi mereka justru enggak lapor. Mungkin ini karena ketidaktahuan, makanya kami hanya memberikan pembinaan supaya ke depannya mereka harus melapor," ungkap Raden.
Selain imbauan, para sopir juga dibuatkan surat pelepasan yang dibutuhkan untuk membawa komoditas hewan dan tumbuhan dalam melakukan perjalanan.
"Mereka sifatnya kami berikan pembinaan. Tapi kalau kedapatan lagi membawa barang tanpa dokumen lengkap, maka kami akan memberikan sanksi tegas," imbuhnya.
Dikatakannya, operasi patuh besar-besaran tersebut sasaran utamanya adalah daging celeng. Namun setelah melakukan pemeriksaan setiap kendaraan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa maupun sebaliknya, petugas justru tidak menemukan daging celeng.
"Sasaran utamanya daging celeng, tapi kami tidak menemukan itu. Makanya saya pastikan malam ini enggak ada daging celeng yang lolos, karena sudah kami periksa semua," tukasnya. (Ardi/TN1).