Cegah Pengiriman Daging Celeng Jelang Lebaran, Karantina Pertanian Gelar Operasi Gabungan

Operasi patuh karantina di Pelabuhan Merak. (Foto: TitikNOL)Operasi patuh karantina di Pelabuhan Merak. (Foto: TitikNOL)

MERAK, TitikNOL - Mengantisipasi penyelundupan daging celeng dan barang ilegal lainnya, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian melakukan pengetatan pengawasan terhadap lalu lintas produk pertanian antar Jawa - Sumatera.

Operasi patuh karantina tersebut dilakukan di tujuh titik, salah satunya di Pelabuhan Merak.

Petugas gabungan yang terdiri TNI-Polri, Bea Cukai, BNN dan BKSDA, turut dilibatkan dalam operasi patuh karantina tersebut.

Dalam razia itu, semua barang bawaan yang ada di dalam bus dan muatan truk dari Sumatera yang baru tiba di Pelabuhan Merak, satu persatu diperiksa oleh petugas.

Selain daging celeng yang menjadi sasaran utama, barang ilegal lainnya seperti narkoba juga menjadi sasaran dalam razia gabungan tersebut.

"Jadi sasaran utama operasi patuh karantina ini terkait dengan pengawasan penyebaran daging-daging ilegal khususnya daging celeng. Karena kita tidak mau masyarakat membeli daging sapi yang dicampur daging celeng oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil di Pelabuhan Merak, Sabtu (25/5/2019).

Jamil juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak tergiur dengan adanya harga daging murah di pasaran. Karena bukan tidak mungkin daging itu dicampur dengan daging celeng.

"Kami dari Kementerian Pertanian khususnya Badan Karantina Pertanian mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati membeli daging dan tidak tergiur dengan harga daging murah yang dijual di pasaran," imbuhnya.

Jamil menambahkan, wilayah Sumatera menjadi sumber utama peredaran daging celeng.

"Daging celeng yang paling banyak itu dari Sumatera ,seperti Sumatera Barat, Jambi, Palembang, Bengkulu dan Lampung. Karena daerah itu memang daerah berburu," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Raden Nurcahyo mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan operasi seperti ini.

Hal itu bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku pengiriman daging celeng secara ilegal dari Sumatera ke Jawa.

"Dengan bekerjasama dengan semua pihak, kita akan rutin melakukan operasi. Ini untuk mengantisipasi peredaran daging celeng ilegal karena kita tidak mau daging celeng itu beredar atau dijual bebas di pasaran," imbuhnya. (Ardi/TN1).

Komentar