Dampak Corona, Ini Cerita Mengharukan Warga di Kota Serang Tidak Bisa Bawa Bayinya Berobat

Tim Milenial Banten Berbagi (MBB) saat berkunjung dan memberikan bantuan di rumah Hasan dan Pinkan. (Foto: TitikNOL)
Tim Milenial Banten Berbagi (MBB) saat berkunjung dan memberikan bantuan di rumah Hasan dan Pinkan. (Foto: TitikNOL)
SERANG, TitikNOL - Virus Corona yang menjadi pandemi global di dunia berdampak pada perekonomian masyarakat. Imbauan pemerintah agar membatasi aktivitas membuat para pengusaha merumahkan pegawainya.

Kondisi itu setidaknya dirasakan oleh Hasan (20) asal warga Kampung Kedaung, Desa Cipete, Kecamatan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Hasan mengaku, sejak virus Corona melanda Indonesia, dirinya harus kehilangan mata pencaharian atau pekerjaan di sebuah konveksi di Depok. Ia kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahannya karena tidak mau ambil resiko atas penyebaran Covid 19.

Akibatnya, Hasan yang telah menganggur selama dua bulan itu yang harus menerima kenyataan lantaran tidak bisa membawa bayinya yang baru berumur empat bulan berobat.

Jeritan tangis si bayi karena sakit flu serta batuk membuat Hasan terpukul. Sebagai kepala rumah tangga, pihaknya merasa sedih lantaran tidak bisa membawa gadis mungilnya ke dokter. Jangankan berobat, untuk membeli susu pun Hasan harus banting tulang mencari uang.

“Ini (menunjuk ke anaknya) lagi batuk dan pilek. Iya (tidak punya biaya) belum saya bawa ke dokter,” katanya saat ditemui di rumahnya, Sabtu, (04/04/2020).

Setelah pulang ke kampung halaman, ia berupaya mencari kerja kembali. Namun sampai saat ini, belum ada yang memperkerjakannya. Padahal, surat lamaran sudah dilayangkan ke beberapa perusahan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hasan mencoba berjualan es dan kopi. Dengan harapan, keuntungannya itu dapat membawa anaknya berobat ke dokter.

"Sejak dua bulan masih nganggur, udah nyari kerjaan, sudah coba ngelamar kemana-mana, ini juga lagi usaha untuk jualan kopi dan es," terangnya.

Istri Hasan, Pinka hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialami saat ini. Untuk menghibur bayi saat menangis, ia hanya bisa menggendong dan mengayunkannya di sebuah ayunan yang terbuat dari bahan sarung.

Sesekali air mata Pinkan menetes karena tak mampu menceritakan saat kondisi anaknya mengalami batuk. Hanya sepucuk doa yang menjadi kekuatan keluarga kecil ini tabah menjalani kondisi yang sedang pelik dialaminya.

“Bayi saya umur empat bulan, kondisinya lagi sakit flu dan batuk. Mana sudah tidak ada susu,” keluhnya.

Setelah mendengar kabar tersebut, tim Milenial Banten Berbagi (MBB) mendatangi rumah pasangan muda suami istri itu untuk menyalurkan bantuan donasi yang terkumpul dari para dermawan.

Salah satu tim MBB Ahmad Hipni mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami Hasan dan Pinka. Menurutnya, Wabah corona tidak hanya berdampak secara medis, akan tetapi ekonomi dan psikologi sosial.

Untuk itu pihaknya berharap, pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat dalam situasi saat ini. Ia juga meminta kepada para dermawan agar saling banhu-membahu membantu saudara-saudara yang membutuhkan

"Kami coba turun tangan untuk sedikit meringankan saja. Harapannya pemerintah yang punya sumber daya lengkap bisa cepat melihat situasi ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, donasi dan pendistribusian bantuan akan terus dilakukan sampai kondisi membaik. Bantuan dapat disalurkan melalui melalui transfer via BRI, atas nama: Ahmad Hipni (No.Rek: 4847-01-015580-530). Atau dapat dijemput langsung di rumah para dermawan oleh tim Milenial Banten Berbagi. (Son/TN2)

Komentar