Dampak Covid-19, 72 Perusahaan di Banten Bangkrut, 30 Ribu Dirumahkan dan 19 Ribu di PHK

Ilustrasi. (Dok: Indonesiaproperti)
Ilustrasi. (Dok: Indonesiaproperti)

SERANG, TitikNOL - Pandemi covid-19 meluluhlantahkan perekonomian. Selain itu, akibat penyebaran virus yang tak kasap mata itu membuat perusahaan di Provinsi Banten gulung tikar atau bangkrut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Al Hamidi mengatakan, ada 72 perusahaan di Banten yang tutup karena terdampak oleh pandemi virus corona. Perusahaan yang tutup itu paling banyak di Tangerang Raya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan angka perusahaan yang tutup mengalami penambahan. Sebab, pemerintah belum tahu kapan wabah yang berasal dari Wuhan (China) akan berakhir.

“(setiap bulan) ada penambahan terus, yang tutup juga bertambah. Terakhir ada 72 (persahaan), mungkin masih ada yang belum terlaporkan,” katanya saat ditemui, Jumat (25/9/2020).

Ia mengklaim, jumlah perusahaan yang tutup di Banten tidak sebanding dengan provinsi lainnya yang mencapai ratusan. Dari penutupan itu, berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pegawai.

Berdasarkan catatannya, hingga saat ini ada sekitar 19 ribu pegawai yang di PHK akibat pandemi. Sedangkan untuk pegawai yang di rumahkan mencapai 30 ribu orang.

“Yang di rumahkan ada 30 ribuan. PHK 19 ribu. Jumlah bertambah, walaupun kami telah melakukan penempatan ke Solo, ke luar negeri. Tapi ini tidak sebanding. Lajunya menambah terus, tidak keuber,” terangnya.

Al Hamidi mengaku telah berupaya berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar tidak mudah mem-PHK karyawannya. Pihaknya lebih pada menekankan pada keputusan merumahkan pegawai. Sebab, hal itu telah tertuang dalam pasal 151 Undang-undang (UU) nomor 13 tahun 2003.

“Silahkan mau dibayar 20 persen, 30 persen secara derivatif. Nanti dilaporkan ke Dinsnaker. PHK itu ada, tapi itu jalan terakhir. Kami mendorong perusahaan melakukan runding,” ungkapnya.

Untuk mengurangi pengangguran di Banten, pihaknya telah melakukan kerjasama pengiriman pegawai ke luar daerah maupun ke luar negeri.

“Macam-macam, kemarin ada sepatu. Contoh PT. Pelita Tomang Mas pindah ke Solo dari tadinya di Tangerang. Nah saya sudah minta rekrut 2.000 untuk warga Banten,” tukasnya. (Son/TN1)

Komentar